Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi
Dream - Masih ingat dengan Open Mosque di Afrika Selatan yang mengizinkan kaum gay dan non-muslim hadir di dalamnya?
Kini masjid penuh kontroversi saat peresmiannya itu kembali membuat heboh ibu kota Afrika Selatan, Cape Town.
Kali ini masjid yang memberi kesempatan perempuan menjadi imam salat Jumat itu mengundang non-muslim untuk merayakan Natal.
Warga Kristen Cape Town diharapkan bisa datang untuk makan siang bersama dengan hidangan makanan halal dan minuman non-alkohol.
" Di tengah keberadaan Boko Haram dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), ini adalah inisiatif di dalam dunia yang retak. Di mana fundamentalis Islam dan fanatisme agama sengaja mengabaikan ajaran toleransi Islam yang murni," kata Taj Hargey, pendiri masjid kepada Cape Times.
Undangan acara bertajuk 'Undangan Natal Bersejarah' itu ditujukan kepada pengikut Kristiani, untuk makan bersama dengan makanan halal dan minumun non-alkohol.
Hargey menegaskan, undangan ini mengikuti contoh Nabi Muhammad saat menyambut orang-orang Kristen untuk tinggal dan berdoa di masjid di Madinah.
Saat itu, menurut Hargey, Nabi menjamu 60 Uskup yang melakukan perjalanan di Timur Tengah.
Juru bicara masjid, Jamila Najar memuji acara tersebut yang mencerminkan semangat Islam yang sebenarnya.
" Kampanye berani dari Open Mosque ini adalah langkah kecil tapi signifikan dalam menghasilkan kehidupan penuh damai dan harmoni antara pengikut Yesus dan Muhammad di Afrika Selatan," kata Najar.
Acara itu akan dimulai jam 1 siang sampai 5 sore waktu setempat pada tanggal 21 Desember. Para hadirin akan dijamu dengan kuliner Cape Malay.
" Akan ada musik, diskusi, pembacaan puisi yang memuji kesamaan yang melekat dari dua agama wahyu besar ini," kata Hargey.
Open Mosque yang dibuka pada September lalu itu akan menyambut baik Muslim Sunni dan Syiah untuk melakukan ibadah di dalamnya.
Selain itu, pengurus Open Mosque juga mengizinkan perempuan memimpin salat Jumat serta menerima gay dan non-muslim untuk hadir dalam masjid.
Masjid baru itu digambarkan oleh pendirinya sebagai masjid non-sektarian pertama yang mengakui kesetaraan gender dan ras di Afrika Selatan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya