Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Aksi prank di tengah pandemi Covid-19 masih saja terjadi. Kali ini dilakukan wanita usia 22 tahun di Sulawesi Selatan.
Nita Rahman, warga Jalan Wajo, Kecamatan Tanete Rianttang, Sulawesi Selatan begitu nekat melakukan aksi prank terindikasi Covid-19. Pada Sabtu, 9 Mei 2020, pukul 05.40 WITA, Nita datang ke RS Hapsah bersama seorang laki-laki dengan keluhan sesak napas dengan kejang-kejang.
Setelah diperiksa, pasien dengan lantangnya mengucap telah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.
Humas RS Hapsah Sulawesi Selatan, Ilham, mengatakan pasien mengaku telah melakukan kontak langsung dengan kakeknya dari Papua. Sang kakek diklaim telah dinyatakan postif Covid-19.
" Setelah pasien ditangani oleh dokter jaga dan perawat dengan langkah-langkah penanganan pasien Covid-19, dokter kemudian memutuskan untuk merujuk pasien ke RS Tenriawaru sebagai RS Rujukan penanganan pasien Covid-19,” ujar Ilham, dikutip dari Fajar.co.id.
Setelah diperiksa dan diobservasi, Nita dirujuk ke RSUD Tenriawaru. Di sana pasien tiba pukul 06.00 WITA, dengan diangkat oleh temannya tiga orang.
Humas RSUD Tenriawaru, Ramli, menjelaskan orang tersebut segara diarahkan ke ruangan untuk diambil tindakan. Ketika di ruang tindakan, ada salah seorang temannya berteriak keluarga pasien tersebut ada yang terkena Covid-19.
Ramli menuturkan setelah petugas medis melakukan pemeriksaan, didapati suhu tubuh pasien tersebut 36,9 derajat celcius. Ini menandakan suhu pasien berada pada batas normal.
Setelah itu dilakukan wawancara, barulah terkuak orang tersebut dalam kondisi mabuk. Petugas yang menangani mencium bau alkohol kemudian orang tersebut berpura-pura pingsan.
" Ada bau alkohol ketika diperiksa. Kemudian orang tersebut pura-pura pingsan. Ketika dilihat oleh perawat dia tutup matanya, ketika perawat melihat ke arah lain, ia membuka matanya,” tutur Ramli.
Bahkan, kata Ramli, ketika ditanya kapan dia kena virus corona, orang tersebut mengatakan setahun lalu. Petugas medis pun berkeyakinan orang tersebut hanya mabuk.
" Perawat sudah yakin orang ini mabuk setelah tercium bau alkohol," ujar Ramli.
Petugas pun keluar menasihati temannya dan menyuruh mereka untuk menyiram kepala orang tersebut agar kondisinya membaik karena habis minum alkohol. Setelah diyakini bukan karena corona, orang tersebut dipulangkan. Dia diangkat oleh ketiga temannya ke mobil.
" Sampai di mobil, orang tersebut kemudian berteriak kena prank. Peristiwa ini sangat disesalkan oleh dokter dan perawat. Di masa pandemi ini masih saja ada orang yang menjadikan masalah Covid-19 sebagai bahan bercandaan," sesal Ramli.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya