Suara Dentuman Misterius Saat Sahur Gegerkan Warga Jawa Tengah, Petanda Apa?

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 11 Mei 2020 11:22
Suara Dentuman Misterius Saat Sahur Gegerkan Warga Jawa Tengah, Petanda Apa?
Peristiwa ini menghebohkan jagat media sosial.

Dream - Media sosial tengah dihebohkan dengan unggahan yang menyebutkan terdengarya suara menyerupai dentuman keras. Peristiwa itu terjadi dini hari tadi di beberapa wilayah Jawa Tengah, termasuk Solo.

Warganet dengan akun Twitter @Rendiansyah1 mengaku mendengar suara tersebut di Pati. Bahkan, dia juga mengaku melihat ada benda jatuh dari langit.

" Seng krungu suoro dentuman area Pati Jawa Tengah, sakdurunge dentuman ono benda tibo seko langit. Koyok meteor dan sejenise (Yang dengar suara dentuman area Pati, Jawa Tengah sebelum dentuman ada benda jatuh dari langit kayak meteor dan sejenisnya)," tulis pemilik akun.

Tak hanya dia, teman-temannya juga melihat benda jatuh dari langit sebelum ada suara dentuman.

" Nek area Pati, kanca2ku yo do weroh kabeh ki (Di area Pati, teman-temanku juga pada lihat semua ini)," lanjutnya.

 

 

1 dari 5 halaman

Terjadi Dini Hari

Berdasarkan informasi yang diunggah oleh pengelola akun media sosial Instagram @soloinfo, suara dentuman yang terdengar hingga Solo.

" Jare mau jam 12an bengi punjul sitik enek suara dentuman. Enek sing krungu? Kiro2 suoro opo eh lur (katanya tadi jam 12-an malam lebih sedikit ada suara dentuman. Ada yang mendengar? Kira-kira suara apa ya lur?),"  katanya.

Ada pula informasi yang menyebutkan dentuman tersebut juga terdengar di Purwodadi, Grobogan. Seperti kiriman netizen kepada pengelola akun Instagram @_infocegatansolo.

Sementara, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, belum dapat memberikan keterangan terkait hal ini. Pihaknya masih menyelidiki suara dentuman yang terdengar di beberapa lokasi di Jateng tersebut.

" Kami cek dulu ya," kata Dwikorita.

Sumber: Liputan6.com

2 dari 5 halaman

Bukan Berasal dari Gempa

Kabid Mitigasi Gempa Bumi Dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan dentuman yang terdengar di sebagian wilayah Jateng tadi pagi bukanlah dari aktivitas gempa tektonik. Dari pengecekan gelombang seismik pada seluruh sensor gempa milik BMKG, tidak ditemukan adanya aktivitas gempa di Jateng.

" Kami memastikan sumber suara dentuman tersebut tidak berasal dari gempa tektonik, karena jika sebuah aktivitas gempa sampai mengeluarkan bunyi ledakan, artinya kedalaman hiposenter gempa tersebut sangat dangkal, dekat permukaan, dan jika itu terjadi maka akan tercatat oleh sensor gempa," kata Daryono di Instagram.

Dia menjelaskan bunyi ledakan akibat gempa sangat dangkal lazimnya hanya terjadi sekali saat terjadi patahan batuan dan tidak berulang-ulang. Seperti gempa dangkal yang mengeluarkan dentuman keras di Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pada 17 Februari 2014.

Gempa di Lereng Merbabu saat itu memiliki magnitudo M 2,7 terjadi pagi hari pukul 06.01.19 WIB. Episenternya terletak pada koordinat 7,39 LS dan 110,48 BT dengan kedalaman 3 km.

 

3 dari 5 halaman

Beberapa Kemungkinan

" Ada beberapa kemungkinan penyebab suara dentuman saat terjadi gempa. Fenomena dentuman saat gempa dapat terjadi jika gempa memicu gerakan tanah berupa rayapan tiba-tiba dan sangat cepat di bawah permukaan," kata dia.

Kemungkinan lain, kata Daryono, berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif. Ada mekanisme dislokasi batuan yang menyebabkan pelepasan energi berlangsung secara tiba-tiba dan cepat hingga menimbulkan suara ledakan.

" Apalagi jika terjadinya patahan batuan tersebut di kawasan lembah dan ngarai atau di kawasan tersebut banyak rongga batuan sehingga memungkinkan suaranya makin keras karena resonansi," kata dia.

Daryono mencontohkan peristiwa gempa Bantul 2006 juga mengeluarkan bunyi dan sempat meresahkan warga saat itu. " Namun suara dentuman yang terjadi tadi pagi dipastikan bukan dari aktivitas gempa tektonik," terang dia.

4 dari 5 halaman

Sumber Dentuman Sabtu Dini Hari Akibat Asteroid? Ini Faktanya

Dream - Suara dentuman menggegerkan masyarakat DKI Jakarta hingga Depok, Bogor dan Bekasi pada Sabtu dini hari, 11 April 2020. Pagi harinya, viral sejumlah isu yang mengaitkannya dengan proses erupsi sejumlah gunung seperti Anak Krakatau dan Gunung Merapi.

Belakangan, muncul isu lain yang menyebut dentuman tersebut terjadi akibat adanya asteroid yang melintasi bumi. Kabar itu tersebar melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

Berikut bunyi pesan tersebut.

Terjawab sudah, yg dengar atau merasakan dentuman suara bagai bom nuklir di atas langit Jkt sltn,depok, bogor, lt agung BSD tangerang dsk.. ternyata ini sdh diingatkan oleh NASA. Jadi tdk ada hubungannya dg letusan AnakKrakatau.

Si pembuat pesan juga mencantumkan artikel dari media Inggris The Sun yang memuat laporan ada empat asteroid sedang melewati bumi. Artikel tersebut dijadikan penguat bunyi dentuman bisa muncul akibat asteroid.

 

5 dari 5 halaman

LAPAN: Tidak Logis

Tetapi, argumen dalam pesan tersebut dimentahkan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN). Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, menyatakan tidak logis suara dentuman bisa terjadi karena asteroid.

" Asteroid yang lewat jaraknya sangat jauh, lebih jauh dari jarak bumi-bulan. Kemarin tidak ada asteroid jatuh di Indonesia. Jadi tidak ada kaitan suara dentuman dengan asteroid," kata Djamal.

Djamal menyatakan isi pesan yang beredar di masyarakat lewat WhatsApp tersebut tidaklah benar. Dia menjamin kabar tersebut adalah bohong atau hoaks.

" Berita yang mengaitkan suara dentuman dengan asteroid pasti hoaks," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia

Beri Komentar