Sumber Dentuman Minggu Malam di Jakarta Terkuak

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 22 September 2020 11:00
Sumber Dentuman Minggu Malam di Jakarta Terkuak
Warga Jakarta sempat geger saat dini hari mendengar dentuman keras di wilayah Jakarta.

Dream - Misteri asal dentuman yang terdengar di sebagian Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Minggu malam, 20 September 2020, akhirnya terkuak. TNI Angkatan Udara menyatakan dentuman tersebut berasal dari kegiatan Pasukan Khas (Paskhas) di Halim Perdanakusuma.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama (Marsma) Fajar Adriyanto, mengatakan, kegiatan tersebut menggunakan sejumlah amunisi. Sedangkan bunyi dentuman berasal dari ledakan Trinitrotoluena (TNT).

" Iya (dentuman) itu dari Paskhas, mereka sedang ada kegiatan dan itu bomnya bukan bom, itu TNT, hanya blast suara saja," ujar Fajar, dikutip dari Liputan6.com.

1 dari 5 halaman

Tradisi di Paskhas

Fajar mengatakan kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka penerimaan anggota baru. Menurut dia, itu merupakan tradisi di Halim Perdanakusuma.

" Itu ada kegiatan tradisi penerimaan anggota baru, jadi dikasih bom suara. Tapi bukan bom yang menghancurkan gitu, enggak, TNT itu bom dari nitrogen trinitrotoluena," kata dia.

Kegiatan tersebut hanya dilakukan sehari. Kegiatan itu pun sudah selesai dijalankan.

" Sudah selesai cuman sehari. Tradisi ada prajurit baru masuk istilah tradisi itu pagi-pagi dibangunin ayo bangun pagi-pagi pakai bom gitu. Tapi bukan bom meledak mengancurkan gedung, cuma TNT suara," kata dia.

Sumber: Liputan6.com.

2 dari 5 halaman

BMKG Duga Dentuman Keras di Jakarta Berasal dari Suara Petir

Dream - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menemukan dugaan penyebab dentuman keras yang sempat didengar warga di ibukota kemarin malam. Diketahui sebagian masyarakat di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan sempat dibuat dihebohkan setelah terdengar suara dentuman terdengar pada Minggu, 20 September 2020 antara pukul 19.00-21.00 WIB.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan pihaknya harus mengumpulkan data dan tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab dentuman tersebut. Dari data hasil monitoring yang dimiliki BMKG, Daryono menjelaskan ada aktivitas petir di waktu bersamaan dengan terdengarnya dentuman tersebut.

" Acuan kami adalah data hasil monitoring peralatan kami yang menunjukkan bahwa memang ada beberapa aktivitas petir yang terjadi saat rentang waktu terdengarnya suara dentuman yang dilaporkan oleh warga," ujar Daryono di akun Instagramnya, @daryonobmkg.

 

3 dari 5 halaman

Tak Ada Gempa di Jakarta

Daryono mengatakan suara dentuman bisa saja berasal dari aktivitas gempa yang sangat dangkal. Tetapi, saat warga melaporkan adanya dentuman tersebut, BMKG mencatat tidak ada aktivitas seismik di sekitar Jakarta.

" Hasil monitoring BMKG menggunakan sensor gempa yang terpasang dekat Jakarta, yaitu di Citeko, Bogor dan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menunjukkan bahwa tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB," kata Daryono.

 

4 dari 5 halaman

Diduga Suara Petir

Namun, lanjut Daryono, lightning detector BMKG justru mendeteksi adanya beberapa aktivitas petir. Lokasinya di Gunung Salak, Kabupaten Bogor.

" Hasil monitoring petir oleh BMKG menggunakan peralatan lightning detector menunjukkan adanya beberapa aktivitas petir yang terjadi di sekitar Gunung Salak Bogor antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB." terang Daryono.

Lebih lanjut, dia memastikan dentuman yang terdengar semalam bukanlah berasal dari aktivitas gempa bumi. " Tetapi ada dugaan bahwa suara tersebut bersumber dari petir," ucap dia.

      Lihat postingan ini di Instagram

BMKG MENCATAT ADA BEBERAPA KEJADIAN PETIR SAAT WARGA MELAPORKAN SUARA DENTUMAN Beberapa warga dan netizen dari Jakarta Selatan dan Jakarta Timur melaporkan adanya beberapa suara dentuman yang terdengar antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB pada hari ini Minggu 20 September 2020. Terkait adanya suara dentuman tersebut di atas maka BMKG menyatakan beberapa hal sebagai berikut: 1. Gempa dengan kedalaman sangat dangkal memang dapat menimbulkan suara dentuman, namun demikian saat warga melaporkan suara dentuman malam ini, BMKG tidak mencatat adanya aktivitas seismik di Jakarta dan sekitarnya. 2. Hasil monitoring BMKG menggunakan sensor gempa yang terpasang dekat Jakarta, yaitu di Citeko, Bogor dan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menunjukkan bahwa tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. 3. Namun demikian, hasil monitoring petir oleh BMKG menggunakan peralatan lightning detector menunjukkan adanya beberapa aktivitas petir yang terjadi di sekitar Gunung Salak Bogor antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. 4. BMKG tidak ingin berspekulasi terkait sumber suara dentuman yang terdengar di Jakarta Selatan dan sebagian Jakarta Timur. Namun demikian, acuan kami adalah data hasil monitoring peralatan kami yang menunjukkan bahwa memang ada beberapa aktivitas petir yang terjadi saat rentang waktu terdengarnya suara dentuman yang dilaporkan oleh warga. Sehingga suara dentuman malam ini tidak bersumber dari gempa bumi, tetapi ada dugaan bahwa suara tersebut bersumber dari petir.* Jakarta, 20 September 2020 Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. DARYONO

Sebuah kiriman dibagikan oleh DARYONO BMKG (@daryonobmkg) pada

5 dari 5 halaman

Dentuman Misterius Kembali Terdengar di Jakarta

Dream - Suara dentuman misterius kembali terjadi. Kali ini terdengar di Jakarta Selatan.

Dentuman ini rius menjadi perbincangan warganet. Sebagian besar menyebut mendengar dentuman tersebut di kawasan Pasar Minggu dan sekitarnya.

" Iya, tadi dengar kira-kira jam setengah delapan," ujar Henny, warga Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, dikutip dari Merdeka.com.

Awalnya Henny mengira dentuman tersebut adalah bunyi dari ban truk yang pecah. Dia mengatakan dentuman itu terdengar hingga beberapa kali namun dengan suara yang tidak kencang.

" Rumah aku kebetulan dekat jalan Cawang, kan itu banyak lalu lalang truk, jadi kadang kalau ada truk pecan ban kedengaran juga tuh pas meletus. Apalagi kalau tengah malam kedengar banget. Tapi emang gak sekeras tadi," kata Henny.

Henny mengaku sempat penasaran dengan dentuman tersebut, apalagi sampai membuat kaca agak bergetar. Tetapi, tidak terlalu menghiraukan rasa penasarannya.

" Aku dengarnya sekali sih, tapi habis itu ngga terlalu fokus ke situ," kata Henny.

Dia sempat bertanya kepada tetangga apakah mendengar juga dentuman tersebut. Ternyata, hampir semua orang yang ditanyainya mengaku juga mendengar.

" Mereka juga dengar dan tanya bunyi apa ya tadi," kata dia.

Terkait dentuman tersebut, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, belum dapat memberikan keterangan apapun. Dia mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan.

" Mohon kami cek dulu, terima kasih," kata Dwikorita.

Kapolsek Pasar Minggu, Komisaris Effi Zulkifli, mengatakan hal senada. Pihaknya juga masih melakukan pengecekan.

" Sedang dicek," kata dia.

Dentuman tersebut sempat ramai di lini masa Twitter. Salah satu pengguna Twitter dengan akun @ustadchen, mengaku mendengar bunyi dentuman tersebut.

" Bntr ini Kalibata barusan dentuman apa tetangga gue jatohin lemari," kata dia.

Sumber: Merdeka.com/Lia Harahap, Suprihatin

 

Beri Komentar