Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Disfungsi ereksi (DE) merupakan gangguan seksual yang paling banyak dikeluhkan pria berusia 40-80 tahun di seluruh dunia.
Berdasarkan penelitian The Global Study of Sexual Attitudes and Behaviors (GSSAB) di 29 negara termasuk Indonesia, jumlah penderita DE terbesar ada di Asia Tenggara (28,1%), diikuti oleh Asia Timur (27,1%) dan Eropa Utara (13,3%).
Disfungsi ereksi sendiri merupakan ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi dengan baik untuk berhubungan seksual. Gangguan ini dipicu oleh beberapa faktor.
Antara lain riwayat penyakit kardiovaskular, hipertensi, diabetes, depresi dan masalah saluran kemih bawah. Kondisi psikologis juga sangat mempengaruhi.
"Stres dan masalah hubungan personal adalah beberapa penyebab psikologis yang dapat memicu dan memperburuk DE," kata dr. Nugroho Setiawan, spesialis andrologi dari RSUP Fatmawati, di Jakarta 29 Agustus 2018.
Menurut survei pada 2004, 45 persen penderita DE tidak mencari bantuan dan hanya 21 persen yang mencari perawatan medis. Penelitian serupa pada 2011 menegaskan bahwa faktor sosial budaya, agama dan ekonomi mencegah pasien untuk konsultasi dengan dokter.
Padahal DE bisa diatasi dengan pengobatan medis. Hal terpenting adalah mencari pemicu utamanya. Jika disebabkan oleh masalah penyakit jantung, maka pengobatan akan terfokus lebih dulu pada penyakit jantung, baru kemudian masalah DE.
Dokter Nugroho sangat menyarankan para penderita DE untuk segera berkonsultasi dan tak membiarkannya begitu saja. "Pasien DE tidak perlu takut untuk konsultasi ke dokter karena kerahasiaan dijaga dan sudah jadi sumpah dokter untuk itu," ujar Dokter Nugroho.
Demi mencegah terjadinya DE, dr. Nugroho menyarankan para pria untuk berhenti merokok, mengurangi atau berhenti minum alkohol, dan meningkatkan aktivitas fisik.
(Laporan: Rahma Yultus)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?