Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Jangan pernah menyepelekan kebersihan tubuh terutama bagian intim. Gantilah pakaian dalam dua hingga 3 kali dalam sehari. Jangan sampai insiden mengerikan yang menimpa Fang Fang, seorang gadis asal Wuhan China, terjadi.
Fang Fang baru saja mendapat perawatan intensif di rumah sakit, setelah selama 10 hari mengalami nyeri hebat di bagian perutnya. Keluhan tersebut sebenarnya ia sudah alami sekitar 2 bulan lalu tapi diabaikan.
Akhirnya oleh seorang teman, Fang Fang diajak memeriksakan diri ke rumah sakit. Dokter pun menjalani pemeriksaan intensif padanya.
Hasilnya sangat mengejutkan. Terdapat luka atau lesi pra kanker di bagian vulva atau bibir vaginanya.
Dokter pun harus melakukan operasi untuk menyembuhkan luka tersebut. Luka itu ternyata biasanya menimpa para wanita yang sudah memasuki masa menopause dan jarang terjadi pada wanita muda.
© Dream
Dream - Setelah melakukan pemeriksaan dan menanyakan kebiasaan Fang Fang, terungkap kalau penyebabnya adalah gaya hidupnya yang sangat jorok.
Fang Fang mengungkap kalau dirinya hanya satu kali dalam sebulan mengganti pakaian dalamnya. Bra yang dikenakannya juga dipakai selama berminggu-minggu dan jarang dicuci.

"Aku sangat malas dan jarang mencuci pakaian dalamku. Saat datang bulan aku akan tetap menggunakan pakaian dalam yang sama dan hanya membersihkannya dengan tisu," ungkap Fang Fang.
Ia juga memiliki kebiasaan hidup yang tidak sehat. Fang Fang termasuk perokok, suka minum minuman keras dan sangat jarang tidur. Dokter yang merawatnya memperingatkan Fang Fang agar segera mengubah gaya hidupnya yang sangat tak sehat.
(ism, Sumber: World of Buzz)
Dream - Sering mengalami masalah di area Miss V? Kemungkinan, Sahabat Dreamsedang melakukan sedikit kekeliruan dalam menjaga kesehatan area intim. Salah satunya yang terkait dengan cara memilih celana dalam.
Memilih pakaian dalam kerap diremehkan oleh sebagaian besar wanita. Padahal, asal memilih underwear dapat menyebkan infeksi vagina.
Infeksi muncul disebabkan oleh mikroba seperti bakteri dan jamur. Penyakit pada miss V ini, biasa disertai gejala tidak nyaman seperti gatal, bau busuk, keputihan, dan lain-lain.
Area Miss V memang rentan terhadap infeksi mikroba. Itu karena hampir sepanjang waktu kondisinya lembab dan tidak mendapat ventilasi yang baik.
Jika infeksi pada vagina tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan sejumlah masalah. Mulai dari infeksi saluran kemih hingga kanker rahim.
Dilansir dari Boldsky, 21 November 2017, berikut adalah kesalahan-kesalahan yang menyebabkan terjadinya infeksi pada miss V.

1. Berhari-hari
Salah satu penyebab utama terjadinya infeksi pada vagina adalah karena kebiasaan buruk memakai celana dalam yang sama selama beberapa hari.
Cairan yang keluar dan menempel pada celana dalam akan menjadi tempat berkembang biak mikroba, sehingga menyebabkan infeksi.
2. Ganti setelah olahraga
Selalu disarankan untuk mandi dan ganti celana dalam setelah berolahraga. Sebab, keringat yang terkumpul di celana dalam bisa menyebabkan infeksi pada vagina.
3. Jenis `thong`
Thong akan terasa lebih ketat dibandingkan dengan celana dalam reguler. Thong begitu menempel pada bagian intim wanita hingga menyebabkan banyak gesekan. Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya infeksi.
4. Bahan polyster
Memakai celana dalam yang terbuat dari kain polyster , seperti renda, satin, dan lain-lain, seringkali, bisa menyebabkan infeksi.
Itu karena kain jenis ini dapat mengiritasi kulit vagina yang terkenal sensitif. Pilihlah celana dalam berbahan kain katun yang lembut untuk pemakaian sehari-hari.
5. Salah ukuran
Jika celana dalam terlalu ketat, akan membuat ruang bagi vagina untuk 'bernapas' menjadi berkurang. Akibatnya area Miss V akan cepat berkeringat sehingga bisa menyebabkan infeksi pada area tersebut.

6. Salah deterjen
Meski terlihat tidak ada kaitan sama sekali, tapi disarankan untuk memilih deterjen organik. Dterjen seperti itu sedikit mengandung bahan kimia dan pewangi. Ini akan mengurangi terjadinya iritasi dan infeksi pada vagina.
7. Terpapar debu
Pastikan untuk menyimpan celana dalam di dalam lemari dengan memasukkannya ke dalam tas terpisah. Jika membiarkannya di dalam lemari, debu dan mikroba bisa terkumpul di dalam celana dalam, dan akibatnya bisa ditebak. (ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire

Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin
