Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Perkembangan teknologi digital semakin pesat. Hal itu memicu peralihan teknologi manual ke digital, sehingga memudahkan setiap orang.
Alih teknologi itu membuat masyarakat dengan cepat memperoleh manfaat. Salah satunya, kebiasaan membaca Alquran yang kini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Hal ini menarik perhatian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Adanya kecenderungan mengakses Alquran digital harus segera direspon.
" Ada ustad kalau baca Alquran tidak pegang mushaf tapi pegang smartphone, tentu bagaimana teks itu terpantau, juga pada terjemahan digitalnya. Keduanya harus terus dipantau," ujar Lukman saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama Alquran di Bandung, dikutip Dream dari kemenag.go.id, Rabu, 19 Agustus 2015.
Untuk itu Lukman berharap lembaga pengawas dan pencetak Alquran, Lajnah Pentashihan Al-Qur’an, harus siap melihat pengembangan Alquran secara digital ini.
" Lajnah Pentashihan Al-Qur’an harus mengikuti perkembangan teknologi informasi," tutur dia.
Selain perlunya pengawasan terhadap Alquran digital, Menag juga berharap terjemahan Alquran bisa disesuaikan dengan konteks kekinian. Sebab, penerjemahan Alquran di Indonesia terakhir kali dilakukan tahun 1990.
“ Terjemahan kita terakhir tahun 1990, perlu dilihat kembali dari sisi konteks masih relevankah dengan perkembangan saat ini, karena bahasa itu terus berkembang,” katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya