Mengejutkan, Ibukota Baru ISIS Penuh Eksekusi dan Budak Nafsu

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Selasa, 6 Oktober 2020 19:02
Mengejutkan, Ibukota Baru ISIS Penuh Eksekusi dan Budak Nafsu
Di awal tahun 2020, ISIS berhasil merebut sebuah kota pelabuhan strategis di Mozambik dan menetapkannya sebagai Ibukota ISIS yang baru.

Dream – Di tengah gencatan senjata yang masih terjadi, kelompok teroris ISIS kini berhasil menduduki sebuah kota pelabuhan, Mocimboa da Praia, provinsi Cabo Delgado, Mozambik. Pihaknya bahkan mengklaim wilayah strategis itu akan menjadi ibukota baru ISIS ke depannya.

Sejak 2017 lalu, setidaknya lebih dari 1.500 orang di Mozambik Utara tewas akibat gempuran senjata yang dilakukan kelompok bersenjata ISIS. Negara di Afrika Selatan itu kini sudah dikuasai dan menjadi basis pengumpulan kekuatan bagi para anggota ISIS.

Menurut pakar anti-terorisme dan kejahatan terorganisir di Global Risk International, David Otto, pilihan ISIS untuk merebut kota Mocimboa da Praia bukan tanpa alasan.

Kota pelabuhan itu merupakan wilayah yang kaya akan minyak dan memiliki hutan yang luas, sehingga mampu melancarkan rute penyelundupan senjata dan amunisi bagi para teroris nantinya.

 “ Kemudahan akses ke Samudra Hindia dapat membantu taktik penyergapan, melarikan diri ke laut lepas, dan memudahkan penyelundupan barang, senjata, dan amunisi ilegal,"

 

1 dari 2 halaman

Taktik ISIS

Persenjataan kelompok ISIS© Daily Star

Menurut Otto, untuk melancarkan misi menguasai wilayah tersebut, salah seorang pemimpin kelompok teror, Abdala Likongo menikahi seorang anggota suku Makunde. Ini akan membuat ISIS diuntungkan.

" Afiliasi, dukungan, dan pengetahuan dari masyarakat lokal akan memberikan kelompok ini keuntungan besar dibanding harus merekrut orang baru dari luar daerah yang tak memahami seluk beluk daerah tersebut,”

Para pengamat juga percaya bahwa Machababos (sebutan masyarakat sekitar) telah mengumpulkan kekuatan tempur yang cukup besar dan peralatan lengkap untuk menahan pasukan militer Mozambik masuk.

Sejak diduduki Machababos, penyerangan oleh pasukan Militer Mozambik terus dilakukan. Namun mereka terpaksa mundur karena kehabisan amunisi.

 

 

 

2 dari 2 halaman

Penuh Eksekusi dan Budak Nafsu

Wilayah Mocimboa da Praia kini diwarnai eksekusi dan budak nafsu yang dilakukan kelompok ISIS. Pada bulan Maret lalu, mereka menduduki pusat kota Mocimboa da Praia dan membakar fasilitas pemerintah.

Bahkan kelompok itu ikut melakukan serangan ke markas polisi hingga mengibarkan bendera ISIS.

ISIS tanpa segan menangkap dan memenggal mata-mata hingga pasukan pemerintah yang memaksa masuk ke wilayah itu.

“ Para wanita menjadi target penculikan. Sumber mengatakan para tentara ISIS menjadikan wanita sebagai budak seks. Sisanya akan dikirim untuk kerja paksa di ladang milik mereka sebagai hukuman,” ujar Otto.

Di puncak kekuasaannya ISIS biasanya akan memberlakukan undang-undang bagi penduduk lokal. Dikhawatirkan nantinya perusahaan tambang yang berada di wilayah Mocimboa da Praia akan dimintai pajak untuk mendanai diri mereka sendiri.

Sumber Daily Star