Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Liptan6.com
Dream - Kabarnya akan ada negara baru yang muncul dengan jarak yang sangat dekat dengan Indonesia. Calon negara tersebut bernama Bougainville, yang lebih memilih merdeka dari Papua Nugini dalam Referendum tahun 2019.
Hasil referendum membuat penduduk lokal dan pengamat internasional menggembar-gemborkan masa depan yang positif bagi Bougainville, sebagian didorong oleh harapan bahwa Bougainville akan mandiri melalui sumber daya alamnya yang berharga, termasuk potensi pariwisatanya.
Dikutip Dream dari Liputan6.com, Senin 27 Desember 2021, proses pelepasan Bougainville akan dimulai pada tahun 2023. Apabila pelepasan ini berhasil maka diperkirakan calon negara baru ini akan merdeka sepenuhnya pada tahun 2027.
Bougainville memilih untuk merdeka dari Papua Nugini karena ingin lebih mengembangkan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Calon negara baru ini mempunyai kekayaan alam yang luar biasa indahnya.
Hutannya yang belum pernah tersentuh, sungai yang sangat jernih, gunung berapi, dan 685 km panjang garis pantai yang masih sangat asri. Calon negara baru ini juga mempunyai spot wisata yang sangat ikonik, yaitu sebuah tempat yang merupakan lokasi bekas perang dunia kedua.
Meskipun Bougainville sangat indah, pulau itu baru-baru ini dilanda Covid-19 varian Delta, lalu memutuskan lockdown setelah 10 kematian pada awal November dan 170 infeksi terbaru.
Untuk itu, bagi para pelancong yang berniat datang berwisata ke negara baru ini disarankan harus menyiapkannya dengan matang dan hati-hati.
Selain Covid-19, kasus penyakit malaria dan endemik menjadi ancaman bagi yang ingin pergi berwisata di negara baru ini.
Selain itu, masih ada banyak faktor yang membuat negara induknya, PNG, berada di luar jalur dalam hal pariwisata, terutama reputasi yang berbahaya untuk keselamatan pribadi.
Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kejahatan dan kekerasan antara penduduk setempat, terutama kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap perempuan, serta korupsi.
Beberapa bahkan mengatakan ada masalah keamanan yang mengganggu. Jika Sahabat Dream berniat ke sana, disarankan untuk waspada dengan lingkungan sekitar, hindari keluar setelah gelap, dan kunci semua jendela dan pintu di penginapan.
Untuk sebagian besar kebutuhan dasar, seperti listrik, makananan, air minum dan air panas, dan internet masih belum memadai di calon negara baru ini.
Itulah beberapa informasi mengenai calon negara baru yang akan segera muncul dengan jarak tidak jauh dari Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya