Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Poster Pekan Merawat Lupa 12 Tahun Munir (OmahMunir)
Dream - Kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib belum juga terungkap hingga saat ini. Selama 12 tahun, kasus ini belum menemukan siapa pelaku pembunuhan sebenarnya.
" Selama 12 tahun pembunuhan Munir menjadi kabut tebal yang belum tertembus sampai saat ini. Meski Pollycarpus telah dihukum, tapi vonis itu tak mengungkap pelaku konspirasi pembunuhan Munir sebenarnya," ujar aktivis OmahMunir Ali Nursahid melalui keterangan tertulis diterima Dream, Kamis, 8 September 2016.
Kasus Munir sebenarnya pernah mendapat perhatian dari pemerintah. Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk kasus ini.
Sayangnya, temuan yang didapat tim ini tidak pernah dipublikasikan. Pemerintah dituding tidak berani mengungkap temuan itu, padahal Keputusan Presiden (Keppres) telah memerintahkan untuk membukanya kepada publik.
" 12 tahun pembunuhan Munir seperti terjebak dalam labirin transaksi politik yang mengabaikan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Nawacita sekadar citra," kata Ali.
Sosok Munir yang terkenal berani dan teguh memperjuangkan HAM dan keadilan bagi mereka yang tertindas telah menginspirasi banyak orang. Bahkan sejumlah sineas Tanah Air pun tergerak untuk membuat sejumlah film dokumenter tentang Munir dan perjuangannya.
Untuk mengenang sosok Munir, OmahMunir bersama Sahabat Munir menggelar Nonton Bareng (Nobar) enam film karya enam sutradara. Acara tersebut digelar serentak di 12 kota yaitu di Jakarta, Malang, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Medan, Aceh, Papua, Ambon, Makassar, Bandung dan Lombok selama sepekan mulai 4 hingga 11 September 2016.
Berikut daftar film yang diputar dalam Pekan Merawat Ingatan:
1. TUTI KOTO: A BRAVE WOMEN (1999, 21 MENIT), sutradara Riri Riza
2. BUNGA DIBAKAR (2005, 46 MENIT), sutradara Ratrikala Bhre Aditya
3. GARUDA DEADLY UPGRADE (2005, 45 MENIT), film reportase David O'shea & Lexy Rambdeta
4. HIS STORY (2006, 28 MENIT), sutradara Steve Pillar Setiabudi
5. KIRI HIJAU KANAN MERAH (2009, 45 MENIT), sutradara Dandhy Dwi Laksono
6. CERITA TENTANG CAK MUNIR (2014, 90 MENIT), sutradara Hariwi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya