Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
'Sungai Darah' Di Norilsk, Rusia (thesun.co,uk)
Dream – Warga di kota Norilsk, Rusia, geger. Sebab, air di Sungai Daldykan di dekat kota mereka mendadak berubah merah. Semerah darah!
Sebagian penduduk ketakutan. Berbagai spekulasi bermunculan. Di antara mereka mengira perang nuklir akan meletus.
Tetapi, sebagian yakin perubahan warna tersebut disebabkan oleh kecelakaan pabrik pengolahan nikel. Warga khawatir kecelakaan tersebut mencemari sungai dan saluran air lainnya di seluruh negeri.
Perubahan warna air tersebut pertama kali terlihat di dekat sebuah pabrik peleburan Nadezhda Metallurgical Plant, milik perusahaan Norilsk Nikel.
© Dream
Kota terpencil Norilsk terletak di Lingkaran Kutub Utara dan lebih dari seperempat penduduk kota yang berjumlah 210.000 jiwa bekerja di pabrik tersebut.
Nadezhda Metallurgical adalah tambang nikel terbesar ke lima di dunia dan lebih dari setengah produksinya adalah palladium yang digunakan untuk membuat knalpot mobil dan perhiasan.
Banyak warga yang memposting status ke media sosial merasa prihatin dengan perubahan warna Sungai Daldykan. Beberapa mengatakan mereka yakin limpasan tersebut berasal dari pabrik peleburan di dekatnya, sementara yang lain percaya bijih mineral telah bocor ke dalam air.
© Dream
Beberapa komentator di Typical Norilsk, yang merupakan bagian dari situs jejaring sosial Rusia VK, mengatakan perubahan warna air itu adalah 'tanda dari Tuhan bahwa perang nuklir akan segera terjadi. Sementara yang lain menyebutnya sebagai 'sungai darah'.
ABC News menulis, mantan pekerja pabrik, Evgeny Belikov, mengatakan penampungan di dekat dengan pabrik juga berwarna merah darah dan pekerja biasa menyebutnya 'laut merah'.
" Di musim dingin, saljunya juga berwarna merah. Di satu sisi terlihat indah, tapi di sisi lain menakutkan karena itu adalah bahan kimia," kata Belikov.
© Dream
Menurut Siberian Times, saat ini sedang dilakukan penyelidikan yang mengaitkan perubahan air sungai dan produksi Nadezhda Metallurgical yang dikurangi.
" Sampai hari ini, Divisi Kutub Utara Norilsk Nickel tidak menemukan kebocoran limbah industri ke Sungai Daldykan," kata seorang juru bicara Nadezhda Metallurgical.
" Namun, pemantauan lingkungan di sekitar sungai dan fasilitas produksi perusahaan tetap dilakukan, termasuk menggunakan helikopter."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya