Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menpora Zainudin Amali
Dream - Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, menyatakan Federasi Badminton Dunia (Badminton World Federation/BWF) meminta maaf atas keputusan memaksa mundur kontingen Indonesia dari ajang Yonex All England 2021 di Birmingham, Inggris. BWF juga mengakui adanya kesalahan dalam keputusan tersebut
Permintaan maaf disampaikan secara tertulis oleh President BWF, Poul Erik Hoyer Larsen, ditujukan kepada Presiden RI, Menteri Luar Negeri, Menteri Pemuda dan Olahraga, Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) serta seluruh pihak terkait.
" Bagi BWF, Indonesia adalah negara besar untuk cabor (cabang olahraga) bulu tangkis, yang menjadi ikon kebanggaan bangsa di pentas dunia," ujar Amali saat menyambut kepulangan tim Indonesia dari Birmingham pada Senin malam, dikutip dari Kemenpora.go.id.
Amali meneraskan surat permintaan maaf dari BWF juga berisi pengakuan organisasi dunia tersebut tentang adanya kesalahan dan turut merasakan kekecewaan dan frustasi tim bulu tangkis Indonesia.
" BWF menyadari dan menyampaikan bawa sekarang dalam situasi pandemi Covid-19 maka ke depan harus lebih baik untuk mempersiapkan diri dan kejadian di All England ini menjadi pelajaran yang sangat berharga," kata dia.
BWF juga berkomitmen melakukan perbaikan dan persiapan lebih terukur untuk event mendatang. Ini agar kejadian serupa tidak terulang.
" Poul tahu bahwa bulu tangkis adalah olahraga kebanggaan Indonesia, bahkan saat ia masih menjadi atlet, ia sempat merasakan kehangatan dan suasana pertemanan dengan atlet-atlet Indonesia," kata Amali.
Amali pun menilai permintaan maaf BWF menjadi bukti dari banyaknya dukungan untuk tim Indonesia. Semua lembaga baik dari unsur Pemerintah, PBSI, NOC Indonesia berjuang di jalur masing-masing untuk mengatasi masalah ini, ditambah dukungan dari masyarakat.
" Ini sebagai contoh kalau kita kompak, kita bersatu pasti akan mendapatkan tanggapan yang serius dari pihak yang kita tuju," kata dia.
Lebih lanjut, Amali kasus Birmingham mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Ini mengingat bulu tangkis menduduki peringkat pertama dari 14 cabang yang masuk " grand design" olahraga nasional.
" Itulah kenapa Pemerintah sangat berkepentingan. Bahkan, Pak Presiden memberi arahan kepada kami agar diselesaikan, dan Timnas tidak boleh terlantar dan harus ditangani sebaik-baiknya," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya