Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tak Sesuai Standar Kebersihan Dan Kesehatan, Pabrik Mie Dan Kelapa Ditutup. (Foto: Facebook Majlis Bandaraya Seberang Perai?)
Dream - Dua pabrik pengolahan makanan dan satu toko kelontong ditutup selama 14 hari oleh Departemen Kesehatan Penang, Malaysia. Petugas terkejut melihat cara pengelola pabrik menjaga kebersihan pabrik makanan tersebut yang sama sekali tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
Menurut petugas Kesehatan Lingkungan Departemen Keamanan dan Kualitas Pangan, Mohd Wazir Khalid, mereka telah bekerja sama dengan Dewan Kota Seberang Perai (MBSP) untuk melakukan penggerebekan di ketiga tempat tersebut.
Selain ditutup selama 14 hari, dua unit pabrik dan satu toko itu juga diharuskan membayar denda masing-masing 20.000 ringgit (Rp71,6 juta) atas pelanggaran terkait kebersihan dan kesehatan.
Tempat pertama yang digerebek adalah pabrik yang mengolah mie jenis misoa di Kampung Selamat yang terletak di seberang peternakan babi dan beroperasi tanpa izin.

Khalid mengatakan pabrik tersebut sebenarnya pernah digerebek pada tahun 2012 silam dan ditutup. Tapi rupanya pabrik tersebut buka lagi tanpa izin selama 8 tahun terakhir.
" Menurut pandangan Kementerian Kesehatan, lokasinya sangat tidak tepat karena dapat menyebabkan pencemaran makanan. Saya serahkan pada departemen perizinan untuk mengambil tindakan," ujar Khalid.
Khalid kemudian menggambarkan kondisi pabrik mie tersebut. Menurutnya, mie yang sedang diproses pabrik dibiarkan menjuntai di atas lantai.

Selain itu, mie juga dikeringkan di tempat terbuka. Hal ini bisa menimbulkan risiko pencemaran makanan oleh bahan asing, seperti kotoran burung yang jatuh di atas mie.

Tempat kedua adalah pabrik pengolahan kelapa yang terletak di kawasan yang sama. Tempat tersebut ternyata juga beroperasi tanpa izin dan dalam kondisi kotor.

Pekerja pabrik terlihat menginjak kelapa yang sudah dikeringkan. Sedangkan buah kelapa disimpan dalam wadah kotor dan diletakkan dekat toilet.

Penempatan bahan baku secara sembarangan ini tentu bisa menimbulkan risiko kelapa akan terkontaminasi bakteri penyebab kolera dan tifus.
Tempat terakhir yang digerebek oleh petugas adalah toko grosir yang terletak di Tasek Gelugor.

Dalam operasi penggerebekan, petugas menemukan kotoran tikus dan barang-barang yang dijual sudah kedaluwarsa.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya