Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Perlakuan seorang guru SD terhadap salah satu siswinya membuat publik mengelus dada. Guru yang seharusnya menjadi pembimbing dan sumber teladan justru melakukan perundungan kepada siswinya karena kesulitan mengerjakan soal.
Guru itu merekam siswinya yang sedang menangis, sembari terus mengungkap aib anak itu. Video tersebut kemudian viral di media sosial.
Peristiwa menyedihkan ini disebutkan terjadi di salah satu SD di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Video tersebut diunggah kembali di sejumlah akun Instagram.
Salah satu akun yang mengunggah video tersebut yaitu @tkpmedan. Video itu memperlihatkan seorang guru merekam siswinya yang sedang menangis tersedu di pojok depan kelas lantaran tidak bisa mengerjakan soal.

Bukannya menenangkan, sang guru malah mengejek siswinya. Dia bahkan sempat mengancam akan menyebarkan video itu ke WhatsApp grup.
" Saya kirim ke WA grup ini. Disuruh kerjakan (soal) di papan, tidak tahu, menangis lagi," ancamnya.
Mendapat perlakuan seperti itu, siswa tersebut hanya bisa menangis sambil menutupi wajahnya yang terus direkam oleh sang guru.
Peristiwa miris ini dibenarkan oleh Kepala Sekolah. Tetapi, dia mengaku belum melihat keseluruhan video yang viral tersebut.
" Setiap anak mereka dipanggil ke depan untuk mengerjakan yang diberikan oleh bapak gurunya. Kemudian si anak tersebut tidak bisa mengerjakannya langsung dia menangis. Pada saat menangis itu, bapak gurunya mengambil HP-nya, baru dia rekam," kata Kepala Sekolah.
Orangtua dari siswa tersebut mengaku tidak terima dengan bullying yang diterima anaknya. Apalagi aksi itu dilakukan oleh gurunya sendiri dan disoraki teman satu kelas.
Menurut pengakuan ibu korban, sang anak sempat tidak mau sekolah. Anak tersebut trauma dan malu bertemu teman-temannya.
Namun, berkat bujukan dari orangtuanya, korban diketahui sudah kembali bersekolah.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan