Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream – Makanan dan minuman halal merupakan masalah mendasar di negara berpenduduk mayoritas Muslim. Tidak hanya di Indonesia namun juga Malaysia.
Jika ingin mendapat pelanggan lebih banyak, pengelola tempat makan di Malaysia harus memperhitungkan aspek kehalalan. Mereka juga harus mampu meyakinkan pelanggan muslim mengenai status kehalalan menu.
Baru-baru ini, salah satu kedai burger paling populer di Malaysia, myBurgerLab telah membuka akun Facebook dan berbagi pengalaman mereka berbicara kepada pelanggan mengenai masalah kehalalan makanan.
Dikutip dari World of Buzz, myBurgerLab meyakinkan pelanggan dengan menyatakan mereka sebenarnya ramah muslim. Mereka mengklaim makanannya tidak mengandung daging babi, lemak babi, atau alkohol dalam proses pembuatan.
Tidak hanya itu, semua bahannya juga diperoleh dari pemasok bersertifikat halal. Namun, upaya tersebut gagal setelah seorang pelanggan menanyakan tentang sertifikat halal dari seluruh pemasok restoran tersebut.
Usia kejadian tersebut, myBurgerLab memberikan penjelasan mengenai pengalaman mereka mendapatkan sertifikat halal. Penjelasan tersebut dituangkan melalui unggahan Facebook pada 29 Oktober 2021.
Singkat cerita, mereka sempat mendapatkan sertifikat halal di awal tahun 2020. Tetapi pandemi melanda dan membuat para pelaku bisnis food & beverage menghentikan operasionalnya untuk makan di tempat.
Untungnya, mereka berhasil mempekerjakan Nasir yang memiliki latar belakang bekerja dari merek Halal terkemuka di karir sebelumnya. Nasir adalah orang yang bertanggung jawab untuk mendapatkan kembali sertifikat halal merek tersebut.
Mereka juga berkomitmen terus memperbarui sertifikat halal di tahun depan serta melayani semua orang Malaysia tanpa memandang agama dan latar belakang.
Salah satu pendiri myBurgerLab, Ren Yi, menyatakan sebagai pemilik restoran yang ingin melayani teman-teman muslim, mereka tidak hanya mempekerjakan pekerja muslim. Namun juga mendapatkan bahan makanan dari supplier dan distributor halal (bersertifikat Jakim).
Pork-free menyiratkan mereka mungkin masih menyajikan alkohol yang bertentangan dengan sertifikasi halal. Tentu saja, pelabelan merek mereka sebagai non-halal akan langsung mengasingkan teman dan para staf muslim.
" Melabeli diri kami sebagai ramah muslim berarti kami menganggap serius persyaratan teman-teman muslim kami. Kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk memastikan kamu tidak menyajikan apa pun yang bertentangan dengan keyakinan mereka," kata Yi.
Sementara itu, pengurusan sertifikat halal seringkali terkendala oleh anggaran dan masalah warisan. Dapur pusat mereka saat itu tidak mendapat disertifikasi halal karena lokasi dan tata letaknya.
Meski begitu, Yi bakal kembali membangun bisnis seperti semula. Sehingga dapat pindah ke tempat baru dan mendapatkan sertifikasi halal.
Laporan: Elyzabeth Yulivia
Dream - Semua umat Islam menyadari jika makanan apapun yang masuk ke dalam perutnya harus berasal dari sumber dan proses yang halal. Makanan ini harus memenuhi kriteria yang ditentukan oleh syariat seperti hewan yang mati karena disembelih atau hewan laut.
Namun demikian, sebuah makanan tidak hanya terdiri dari satu unsur seperti daging ayam, sapi, kambing, atau ikan. Banyak unsur yang membentuk makanan, terutama bumbu.
Terkadang kita dihadapkan pada posisi dilema ketika menemukan makanan halal namun meragukan. Ini bisa terjadi disebabkan penggunaan bumbu yang terdapat unsur tidak halal seperti arak masak.
Keraguan akan muncul dalam diri kita ketika akan menyantap makanan tersebut. Dengan beragam alasan, kita pun terpaksa menyantap makanan yang dihukumi syubhat tersebut.
Jika kehalalan makanan syubhat tersebut terlanjut dimakan, ucapkan doa di bawah ini agar tidak menimbulkan dampak buruk.
اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ اَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ لَنَا قُوَّةً عَلَى مَعْصِيَتِكَ
Alhamdulillahi 'ala kulli khalin. Allahumma la taj'alhu lana quwwatan 'ala ma'shiatika.
Artinya,
" Segala puji bagi Allah atas segala hal. Ya Allah, jangan jadikan makanan ini pada kami sebagai kekuatan untuk bermaksiat kepada-Mu."
Sumber: Bincang Syariah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya