Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sang Ibu Cuma Bisa Mendekap Jenazah Bayi Karena Tak Mampu Biayai Pemakamannya. (Foto: Iamlejen)
Dream - Seorang ibu hanya mampu mendekap jenazah bayi laki-lakinya yang berusia tiga bulan semalaman yang meninggal akibat demam tinggi.
Sang ibu terpaksa harus memeluk putra kecilnya itu semalaman untuk mengurus jenazah anaknya karena tak mampu membiayai pemakamannya.
Peristiwa yang sangat mengharukan tersebut terjadi di sebuah rumah warga miskin di Kampung Bangau-Bangau, Semporna, Sabah, Malaysia.
Pemakaman bayi malang itu akhirnya dibantu seorang relawan dari Rumah Ngaji, lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat, yang mengetahui kemalangan yang menimpa keluarga tersebut.
Menurut Laili Basir, Pendiri Rumah Ngaji, mereka membantu mengurus jenazah bayi laki-laki tersebut dengan bantuan tiga ustaz dari desa lain.
Sang ibu dilaporkan tinggal di rumah itu bersama dengan anak perempuan lainnya yang baru berusia dua tahun.
Seorang relawan mengetahui kejadian menyedihkan itu saat melewati rumah ibu tersebut yang terus menangis.
Saat ditanya, ibu yang tak disebutkan namanya itu menjelaskan bahwa bayinya telah meninggal dan dia tidak mampu mengurus jenazahnya karena tidak punya apa-apa.

Laili juga menambahkan, pihaknya bergegas mengurus bayi tersebut dan dikuburkan pada pukul 13.30 waktu setempat.
Ibu tersebut dikabarkan masih dalam kondisi trauma dan mengaku sudah meminta bantuan beberapa orang sebelumnya.
Menurut sang ibu, keluarganya mengalami kesusahan setelah suaminya menjalani hukuman penjara selama satu tahun karena terlibat masalah Narkoba.
Keluarga tersebut akhirnya dibantu dengan diberikan sembako selama dua bulan serta bantuan lain yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Lebih lanjut Laili menjelaskan bahwa Rumah Ngaji yang dijalankannya telah banyak membantu masyarakat setempat.
Terutama bagi mereka yang tidak mempunyai identitas diri untuk belajar agama sejak beberapa tahun lalu.
Pihaknya juga telah bekerja sama dengan beberapa LSM di Semenanjung Malaysia untuk mengumpulkan dana guna membantu mereka yang membutuhkan.
(Sumber: Iamlejen)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya