Misteri Mendidihnya Air Sungai Sepanjang 6 Km

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 18 Februari 2016 15:46
Misteri Mendidihnya Air Sungai Sepanjang 6 Km
Sungai yang terletak di jantung hutan Amazon tersebut telah menjadi legenda dalam kurun waktu sangat lama.

Dream – Fenomena alam menarik terjadi di Sungai Mayantuyacu, di pedalaman hutan Amazon di wilayah Peru. Air di sungai sepanjang 4 mile atau sekitar 6,5 kilometer itu mendidih. Belum ada hasil penelitian ilmiah yang mengungkap apa gerangan penyebab air sungai itu mendidih.

Dikutip Dream dari Daily Mail, Kamis 18 Februari 2016, bagi masyarakat Peru, sungai yang terletak di jantung hutan Amazon itu telah menjadi legenda dalam kurun waktu sangat lama.

Dan pada 2011, sungai itu kembali ditemukan oleh mahasiswa program PhD bernama Andres Ruzo. Dia mencari sungai ini setelah mendengar kisah dari nenek moyangnya. Berbekal cerita itulah Ruzo menembus lebatnya Amazon untuk menemukan Sungai Mayantuyacu.

Ruzo pertama kali mendengar kisah sungai ini dari kakeknya. Menurut sang kakek, bangsa Spanyol yang datang ke benua Amerika Selatan membunuh kaisar Inca terakhir. Setelah pembunuhan itu, orang-orang Spanyol menuju ke pedalaman Amazon untuk mencari emas.

Namun saat kembali, orang-orang Spanyol itu bertutur tentang pengalaman mengerikan yang ditemui di dalam Amazon. Mereka melihat manusia memakan ular, menemui air yang beracun, dan sungai yang mendidih dari bagian dasar.

Sekitar 12 tahun setelah mendengar kisah itu, keluarga Ruzo mengadakan makan malam bersama. Lagi-lagi Ruzo mendengar kisah tentang sungai unik ini. Dia mendengar sang bibi telah berkunjung ke sungai itu.

Rasa penasaran mahasiswa program PhD di Universitas Shouthern Methodist ini tergelitik. Ruzo ingin menemukan sendiri sungai itu. Bukan sekadar cerita. “ Aku mulai bertanya. Benarkah ada sungai yang mendidih?” tutur Ruzo.

Dia juga bertanya kepada sejumlah ahli. Mulai teman kuliah, pemerintah, ahli minyak, gas, dan perusahaan pertambangan, tentang sungai yang mendidih. Dan kebanyakan jawabannya adalah tak mungkin ada sungai bisa mendidih airnya.

Tapi, pencarian itu membawa Ruzo menyaksikan sungai yang mendidih airnya.

“ Dan ini masuk akal. Anda lihat, sungai mendidih memang ada di dunia, tapi mereka umumnya terkait dengan gunung berapi. Anda memerlukan sumber panas yang kuat untuk menghasilkan seperti manifestasi panas bumi yang besar.”

Fenomena ini juga mirip dengan yang terjadi di lautan. Di Sulawesi Utara misalnya, terdapat Gunung Mahangetang di bawah laut. Aktivitas vulkanik gunung berapi itu menyebabkan air laut di sekitarnya terasa panas.

Melalui fenomena alam, tampak dengan jelas betapa besar kuasa Allah.... 

 

(Ism) 

1 dari 4 halaman

Menguak `Keangkeran` Dasar Laut Segitiga Bermuda

Dream - Selama ini, Bermuda dikenal dengan wilayah laut angker. Kejadian-kejadian misterius sering terjadi pada daerah yang dikenal dengan sebutan Segitiga Bermuda. Kisah-kisah hilangnya kapal yang tidak bisa dijelaskan dengan akal merebak dari sini.

Memang banyak kapal yang tenggelam di kawasan Segituga Bermuda itu. Sehingga tak mengherankan lagi jika di dasar laut Bermuda menjadi rumah terbesar di dunia bagi bangkai-bangkai kapal. Dengan lebih dari 300 bangkai kapal yang teridentifikasi, tempat itu menjadi semacam kapsul waktu yang bisa membawa kita ke era ratusan tahun silam.

Banyaknya kapal yang tenggelam di perairan yang terletak di Samudera Atlantik ini bisa dijelaskan secara logis. Arus teluk yang terjadi di wilayah ini telah menyeret kapal-kapal yang lewat ke daerah berkarang, yang dangkal. Sehingga, banyak kapal karam di sini setelah menabrak karang-karang itu.

© news.com.au

Kondisi di dalam bangkai kapal di bawah Bermuda

Di tengah berbagai mitos mistis itu, kawasan Bermuda ternyata menjadi tujuan menarik bagi para wisatawan yang gemar menyelam. Para pelancong bisa menyelam dan berenang di sela-sela lambung kapal karam yang sebagian masih utuh. Inilah `museum alami di bawah laut` tang sangat indah.

Salah satu lokasi penyelaman yang terkenal di kawasan ini adalah lokasi karamnya Colon Cristobal, yang menjadi bangkai kapal terbesar di Bermuda. Bangkai itu merupakan sisa-sisa kapal mewah Spanyol. Panjang kapal itu 152 meter yang dibuat pada 1923. Kapal ini menjadi yang tercepat di eranya.

© news.com.au

Jangkar kapal yang tenggelam di Bermuda

Kapal mewah itu kandas pada 1936 setelah menerjang karang saat melakukan pelayaran antara New York dan Amerika Tengah. . Saat ini, bangkai kapal itu tidur 16 meter di bawah permukaan laut dengan puing-puing yang berserak di wilayah dasar laut seluas sembilan ribu meter persegi.

Ada pula kapal frigate Prancis dengan 60 meriam. L'Herminie nama kapal perang itu. Tenggelam pada tahun 1863. Tenggelamnya kapal ini menjadi peristiwa paling dramatis di Bermuda. Sebab, dengan tiga kapal kayu kecil, para awaknya kembali ke Prancis. Bangkai kapal perang itu saat ini terbaring sepuluh meter di bawah permukaan air.

© news.com.au

Salah satu kapal di dasar Bermuda

Dan salah satu bangkai kapal paling bersejarah adalah Mary Celestia. Kapal uang yang `memiliki roda` pada bagian lambungnya. Kapal itu tenggelam ketika disewa dalam perang sipil Amerika. Kala itu, kapal ini digunakan untuk menyelundupkan senjata, amunisi, dan suplai makanan untuk tentara kelompok selatan. Kapal ini digunakan untuk mengatasi blokade di darat.

Kapal sepanjang 68 meter tersebut tenggelam pada 1838, setelah menghantam karang di dekat pantai selatan. Para penyelam bisa menemukan kapal unik bersejarah ini pada kedalaman 16 meter di bawah permukaan air. Para penyelam bisa melihat roda kapal, mesin uap, serta jangkar yang masih tersisa.

Ratusan bangkai kapal memang tetap utuh, meskipun cuaca buruk kerap terjadi di kawasan Bermuda. Benda-benda bersejarah itu bisa tetap utuh hingga kini karena pelestarian laut yang ketat dan saat ini banyak penggemar diving yang melancong ke sini. Menemukan keindahan `museum` bawah laut di tengah kesan angkernya! (Sumber: news.com.au) (Ism)

2 dari 4 halaman

Misteri `Batu Berjalan` di Lembah Kematian Terkuak

Dream - Hampir sebabad batu-batu yang berada di Death Valey atau Lembah Kematian menjadi misteri ilmu pengetahuan. Bebatuan besar yang rata-rata beratnya sekitar 320 kilogram didapati berpindah tempat. Seolah ada kekuatan magis yang memindah dari satu titik ke titik yang lain. Batu-batu ini seperti punya kaki.

Hanya terdapat bekas goresan pada lumpur yang sudah kering saja, sebagai petunjuk adanya pergeseran batu. Sementara bagaimana dan apa penyebab batu-batu itu berpindah tempat, menjadi misteri dalam jangka waktu sangat lama. Pengamatan demi pengamatan yang dilakukan para ilmuwan hanya mendapati padang debu dan tanah retak saja.

Namun, kali ini para ilmuwan tak bingung lagi. Pertanyaan seputar fenomena aneh itu sudah terpecahkan. Bisa dijelaskan secara ilmiah pula. Sehingga, tak ada anasir magis yang tak bisa dicerna akal manusia dalam proses pergeseran batu-batu yang kerap disebut 'sailing stones' atau 'batu-batu berlayar' tersebut.

Menurut laman Daily Mail, Kami 28 Agustus 2014, misteri itu diungkap oleh ilmuwan dari San Diego. Para ilmuwan tersebut mengklaim telah melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana batu-batu itu pindah dari satu titik ke titik lain pada Lembah Kematian yang berada di wilayah Amerika Serikat itu.

© Daily Mail

Pergeseran batu di Death Valey. Sumber: Daily Mail

Tak mudah memang bagi para peneliti dari Scripps Institution of Oceanography, San Diego, untuk mendapat jawaban itu. Mereka bahkan tak pernah berharap untuk melihat pergerakan batu-batu itu. Sebab, selama puluhan tahun melakukan pengamatan, hanya mendapati batu-batu itu duduk terdiam di atas tanah gersang itu.

Hingga pada suatu saat mereka memutuskan untuk memonitor bebatuan itu dengan memasang GPS pada sejumlah batu serta alat pengintai stasiun cuaca yang memiliki resolusi tinggi yang bisa mengukur riak air untuk interval satu detik saja. Alat-alat itu dipasang pada 15 batu di sana.

Penelitian ini dilakukan pada musim dingin 2011 silam. Tetunya dengan izin petugas taman tersebut. Kepala penelitian, Ralph Lorenz, menyebut eksperimen itu merupakan penelitian paling membosankan yang pernah dia lakukan. Karena harus menunggu pergerakan batu-batu yang tidak berkaki.

Tapi pada Desember 2013, Richard Norris, penulis penelitian, serta sepupu Norris, Jim Norris, datang ke Lembah Kematian. Kala itu mereka menemukan danau, yang juga disebut Playa, tertutup air dengan ketinggian sekitar tujuh sentimeter. Tak lama setelah itu, mereka melihat sebuah keajaiban, batu-batu di hadapan mereka bergerak.

" Ilmu pengetahuan kadang-kadang memiliki unsur-unsur keberuntungan," kata Norris. " Kami memperkirakan menunggu lima hingga sepuluh tahun tanpa ada apapun yang bergerak, namun hanya dalam waktu dua tahun proyek ini berjalan, kami hanya kebetulan saja berada di sana pada waktu yang tepat untuk melihat sendiri hal itu terjadi."

Dari pengamatan mereka menunjukkan bahwa batu-batu yang bergerak itu memerlukan kombinasi peristiwa yang langka. Pertama, Playa terisi air, yang harus memiliki ketinggian yang cukup untuk mengambangkan es selama malam-malam di musim dingin, tapi juga cukup dangkal untuk mengangkat batu.

© daily mail

Saat malam tiba, temperatur di wilayah itu menjadi turun. Kolam yang berisi air itu kemudian membeku. Lembaran-lembaran es pun terbentuk, menyerupai kaca-kaca jendela, yang cukup tipis untuk bergerak bebas, tapi juga harus agak tebal untuk mempertahankan kekuatannya.

Saat hari mulai cerah, es mulai mencair dan kemudian pecah menjadi gumpalan-gumpalan yang mengambang, dengan angin yang berhembus tipis saja di atas kolam luas itu, ditambah licinnya es yang mulai mencair, batu-batu yang berada di atas kolam terdorong. Meninggalkan jejak di lumpur lunak yang berada di bawah permukaan.

" Pada 21 Desember 2013, es pecah sekitar tengah hari, dengan terdengar suara retakan yang datang dari seluruh permukaan yang membeku. Saya bilang kepada Jim, ini dia," kata Richard Norris.

Fenomena ini telah membalikkan teori-teori yang sebelumnya banyak bermunculan, seperti kekuatan badai, setan debu, alga licin, atau lembaran es yang tebal, yang mempengaruhi pergerakan batu itu.

Sebaliknya, batu-batu itu bergerak di bawah angin spoi-spoi, yang berhembus 3 hingga 6 meter perdetik dan didorong dengan es yang tebalnya hanya 3 hingga 5 milimeter saja. Ukuran yang sangat mustahil untuk mengangkat batu-batu besar. Namun, es tipis itu telah mengurangi gesekan dengan permukaan tanah.

Menurut pengamatan, batu-batu itu bergerak lamban, hanya sekitar 2 hingga 6 meter per menit. Sebuah pergerakan yang nyaris tak bisa dilihat dari kejauhan. " Ada kemungkinan wisatawan benar-benar melihat ini terjadi tanpa disadari," kata Jim Norris.

Batu-batu itu bergerak ke tempat lain antara beberapa detik sampai16 menit. Dalam salah satu kesempatan, para peneliti mengamati batu yang berada pada bidang seluas tiga kali lapangan bola. Batu itu bergerak terus menerus hingga jarak sekitar 60 meter, sebelum akhirnya berhenti.

Para peneliti yakin bebatuan itu telah berkali-kali bergerak sebelum akhirnya mencapai tempat terakhir. Mereka menduga pergerakan terakhir sebelumnya terjadi pada 2006. " Sehingga batu dapat bergerakhanya seperjuta waktu saja," kata Profesor Lorenz.

" Ada juga bukti bahwa frekuensi gerakan batu, yang membutuhkan malam yang dingin untuk membentuk es, kemungkinan telah menurun sejak tahun 1970 karena perubahan iklim," tambah Lorenz.

Lantas, dengan temuan itu, apakah misteri batu bergerak di Lembah Kematian telah terungkap? " Kami mendokumentasikan lima peristiwa pergerakan batu dalam dua setengah bulan di kolam itu dan beberapa diantaranya melibatkan ratusan batu," ujar Norris.

" Jadi kami telah melihat bahwa meskipun di Death Valey, yang terkenal panas, es mengambang merupakan kekuatan besar dalam pergerakan batu," tambah Norris. Namun para ilmuwan itu sebelumnya belum pernah melihat batu-batu besar bergerak dengan mekanisme seperti yang ditemui di Lembah Kematian ini.

3 dari 4 halaman

Lubang Raksasa Misterius Muncul di Ujung Utara Bumi

Dream - Sebuah lubang raksasa muncul di salah satu daerah paling terisolasi di Rusia bagian utara. Para ilmuan masih menyelidiki lubang misterius tersebut.

Dikutip Dream dari laman Reuters, Kamis 17 Juli 2014, hingga kini belum jelas penyebab lubang yang menganga dengan diameter sekitar 100 meter tersebut. Sejumlah ilmuan telah mengambil gambar lubang tersebut.

Lubang itu terdapat di daerah Yamal. Nama tempat ini berarti 'ujung bumi'. Tempat itu memang berada di wilayah paling utara Rusia. Suhu di sana sekitar minus 50 derajat Cencius. Matahari nyaris tidak terbit di kawasan ini pada musim dingin.

Daerah Yamal dihuni oleh para penggembala rusa. Daerah ini merupakan wilayah paling kaya gas alam di Rusia. Lubang itu terletak di dekat lapangan gas Bovanentsky. Sehingga ada dugaan bahwa lubang itu disebabkan karena ledakan di bawah tanah.

© Daily Mail

Lubang misterius di Rusia. Sumber: Daily Mail

Sebuah penelitian dengan mengambil contoh tanah dan air di sekitar lokasi dilakukan hari ini. Penelitian itu dilakukan oleh dua ilmuan yang masing-masing dari Pusat Studi Artik yang berbasis di Siberia dan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.

Rekaman yang memperlihatkan lubang misterius itu ditayangkan melalui stasiun TV Zvezda, yang disiarkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Pengambil gambar menyatakan lubang itu sepertinya disebabkan sebuah dorongan kuat dari bawah. Pada bagian permukaan lubang tampak hitam, diduga karena efek suhu yang tinggi. (Ism)

4 dari 4 halaman

Misteri Bunyi Aneh, Bak Suara Terompet dari Langit

Dream - Beberapa rekaman video dari berbagai belahan dunia berhasil menangkap bunyi menyeramkan yang datang dari langit.

Rekaman dari Jerman, Kanada, Amerika Serikat, Ukraina dan Belarus tersebut masing-masing memiliki bunyi yang sama yakni seperti suara terompet besar ditiup.

Rekaman bunyi terompet pertama kali datang dari Belarus pada 2008 lalu.

Kemudian pada Juni 2013, Kimberly Wookey, dari British Columbia di Kanada juga merekam suara serupa yang datang dari langit.

Sejak itu, dia beberapa kali berhasil menangkap suara yang sama. Yang terbaru, dia merekamnya pada tanggal 7 Mei lalu.

" Saya sebenarnya tidak terlalu percaya pada segala yang berkaitan dengan agama atau alien," katanya.

" Mungkin suara-suara terompet itu hanyal fenomena geofisika."

Sementara itu, Aaron Traylor dari Montana, AS, mengatakan dia sering mengalami mimpi buruk sejak mengunggah video dengan suara menakutkan tersebut.

" Istri saya sampai membangunkan saya dari tidur karena saya berteriak kencang saat mimpi buruk," katanya.

" Saya mendengar suara aneh itu saat berjalan-jalan dengan anjing dan anak saya. Ketika itu, anjing saya sampai menegakkan telinganya dan anak saya tidak mau lagi melanjutkan jalan-jalannya."

Namun apakah yang sebenarnya terjadi?

Menurut Badan Antariksa AS, NASA, fenomena itu kemungkinan adalah bunyi latar belakang yang ditimbulkan oleh Bumi.

" Jika manusia memiliki antena radio, bukan telinga, kita akan mendengar sebuah simfoni luar biasa dari suara-suara aneh yang datang dari planet kita sendiri. Para ilmuwan menyebutnya tweeks, whistlers, dan sferics," bunyi pernyataan NASA.

" Bunyi-bunyi terdengar seperti musik latar belakang dari film fiksi ilmiah, tapi ini bukan fiksi ilmiah. Itu adalah emisi radio alami Bumi yang nyata dan meskipun kita sebagian besar tidak melihatnya, bunyi-bunyi tersebut ada di sekitar kita sepanjang waktu."

(Sumber: Metro.co.uk)

 

Beri Komentar