Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemimpin Redaksi Metro Tv (Foto: Liputan6)
Dream - Pemimpin redaksi (Pemred) Metro TV, Arief Suditomo dipanggil ke Polda Metro Jaya, Jumat 24 Juli 2020.
Arief mengaku baru pertama kali datang ke Polda Metro Jaya sejak kasus kematian pegawainya, Yodi Prabowo ditangani polisi.
Arief menerangkan, kedatanganya kali ini karena dipanggil penyidik Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya.
Dia menyebut, pertemuannya untuk membicarakan perkembangan kasus kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo.
“ Kami memberikan support kepada Polda Metro Jaya. Tadi mereka bilang ada progress. Tapi kami tidak mendapatkan detailnya,” kata Arief di Polda Metro Jaya, Jumat 24 Juli 2020.
Arief tak berbicara secara terperinci mengenai pembicaraannya dengan pejabat di Polda Metro Jaya.
Dia berdalih tak mau mendahului pihak kepolisian untuk menyampaikan hasil penyelidikan kasus kematian Yodi Prabowo.
Menurut dia, yang berwenang menyampaikan hasil penyelidikan adalah penyidik Polda Metro Jaya.
“ Saya belum bisa rilis apa-apa. Kami serahkan semuanya sama Polda Metro Jaya,” ujar dia.
Arief berharap Polda Metro Jaya segera merampungkan investigasinya. Dia mengatakan, hasil penyelidikan kasus kematian Yodi Prabowo ini sangat dinanti oleh masyarakat, tak terkecuali para pegawai di Metro TV.
“ Hingga saat ini memang belum ada kesimpulan yang mereka berikan kepada kami. Mungkin dalam waktu dekat mereka akan rilis, tapi dalam hal ini posisi kami sama yaitu ingin segera pihak Polda Metro Jaya menuntaskan kasusnya,” ujar dia.
(Sumber: Liputan6.com)
Dream - Hampir dua pekan sejak penemun jasad Yodi Prabowo, kasus kematian editor Metro TV itu belum terungkap. Hingga kini, polisi masih terus mendalami kematian Yodi yang jasadnya terdapat luka tusuk.
Jasad Yodi ditemukan di pinggir Tol Jorr Ulujami, Jakarta Selatan, oleh tiga bocah yang sedang main layang-layang pada Jumat 10 Juli 2020, sekitar pukul 11.45 WIB. Jasad Yodi ditemukan dalam kondisi tertelungkup dengan luka tusuk pada bagian perut.
Sebelumnya, motor Yodi yang terparkir di warung bensin eceran di Jalan Ulujami Raya sejak Rabu, 8 Juli 2020, sekitar pukul 02.00 WIB ditemukan oleh warga.
Dari lokasi penemuan jasad Yodi, polisi menemukan barang bukti berupa dompet berisi KTP, NPWP, kartu ATM, 3 STNK, uang Rp40 ribu, helm, jaket, serta tas yang diduga milik Yodi.
Berikut sejumlah fakta seputar kematian Yodi yang sudah terungkap.
Polisi menduga Yodi telah meninggal dunia tiga hari sebelum ditemukan. Dugaan itu didasarkan pada kondisi jasad Yodi yang mulai membusuk saat ditemukan.
" Memang betul korban sudah hampir tiga hari meninggal di TKP dengan kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.
Yodi diduga meninggal dunia antara pukul 24.00 WIB hingga pukul dua dinihari. Dugaan itu didasarkan pada keterangan saksi yang menemukan dan memindahkan motor Yodi ke portal tol sekitar pukul dua dinihari.
" Diperkirakan kejadian itu sekitar pukul 12 malam sampai dengan pukul dua pagi hari," tambah Yusri.
Fakta lain yang terungkap sidik jari dan DNA pada pisau yang berada di lokasi penemuan jasad Yodi Prabowo. Berdasarkan uji laboratorium, polisi memastikan sidik jari dan DNA itu merupakan minil Yodi Prabowo.
" Sidik jari yang ditemukan adalah sidik jari korban dan juga DNA korban sendiri," kata Yusri.
Meski demikian, tambah Yusri, penyidik dan tim forensik terus melakukan pemeriksaan terhadap seluruh alat bukti yang ada untuk secepatnya menguak kasus ini.
" Ini masih hasil sementara. Kami masih mendalami, oleh tim labfor masih terus melakukan pendalaman. Mudah-mudahan secepatnya akan kita sampaikan," ujarnya.
Pisau itu ditemukan di bawah jasad Yodi. Berdasar keterangan saksi, jasad Yodi dalam posisi tertelungkup. Sebuah pisau ditemukan di bawah jasad, namun tidak menancap.
" Pada saat itu kondisi korban menurut keterangan saksi di awal dalam telungkup, di bawahnya ada pisau saat itu," kata Yusri.
Menurut Yusri, polisi telah menyortir keterangan dari 34 saksi. Dari para saksi itu, kemungkinan ada yang akan diperiksa kembali.
" Ada yang bisa jadi saksi kunci di sini," kata dia.
Yusri juga mengatakana bahwa penyidik juga kembali memanggil kekasih Yodi, Suci Fitri Rohmah, untuk dimintai keterangan tambahan.
" Seperti yang saya sampaikan akan dilakukan pemeriksaan tambahan," kata Yusri.
Tim dokter forensik yang melakukan otopsi jasad Yodi Prabowo menyatakan tidak ada luka akibat pukulan benda tumpul. Luka yang ditemukan hanyalah tusukan benda tajam serta sayatan.
" Ini yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ujar Yusri.
Namun, tambah Yusri, masih terlalu dini untuk menyimpulkan kematian Yodi akibat aksi bunuh diri. " Belum bisa disimpulkan ke sana," ucap Yusri.
Teka-teki rambut yang berada di lokasi penemuan jasad Yodi juga sudah terungkap. Rambut yang semula diduga milik pelaku pembunuhan itu dipastikan punya Yodi.
" (Hasil labfor terkait temuan rambut) itu rambut punya korban," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade.
Meski demikian, hasil itu tak menyurutkan polisi untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan itu. Penyelidikan kasus ini sudah menemukan titik terang.
" Ada gambaran, tapi nantilah, belum saatnya," kata Ade.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya