Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Stasiun Penelitian HAARP (Live Science)
Dream - High Frequency Active Auroral Research Program atau disingkat HAARP, merupakan suatu program penelitian gabungan yang dilakukan dan dibiayai oleh Angkatan Udara AS, Angkatan Laut AS, Universitas Alaska dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).
Menurut pengusung teori konspirasi, HAARP telah lama menjadi pusat spekulasi liar bahwa program ini dirancang untuk mengendalikan cuaca atau hal yang lebih buruk lagi.
Pada 2010, mantan pemimpin besar Venezuela Hugo Chavez menyatakan bahwa HAARP atau program sejenisnya adalah yang memicu gempa Haiti.
Sebagai catatan, gempa Haiti 2010 disebabkan oleh kesalahan lempeng tektonik yang belum dipetakan sebelumnya di sepanjang perbatasan Karibia dan Amerika Utara.
HAARP diklaim sebagai program penelitian sipil yang dirancang untuk menganalisis ionosfer, bagian teratas atmosfer Bumi.
Militer AS tertarik pada ionosfer karena inilah bagian dari atmosfer yang berperan dalam transmisi sinyal radio. HAARP mengirim sinyal radio ke ionosfer untuk mempelajari reaksi dari sinyal tersebut.
HAARP beroperasi dari Stasiun Penelitian HAARP di Gakona, Alaska, dan merupakan pemancar frekuensi radio dengan daya pancar tinggi.
Tujuan dari program ini adalah untuk memahami fisika ionosfer, yang terus-menerus menanggapi pengaruh dari matahari.
Jilatan api matahari dapat mengirim partikel matahari menuju Bumi yang kadang-kadang mengganggu komunikasi dan jaringan listrik. Jika para ilmuwan lebih bisa memahami apa yang terjadi di ionosfer, mereka mungkin bisa mengurangi beberapa masalah ini.
Namun Angkatan Udara tidak lagi tertarik mengurus HAARP, menurut David Walker, wakil asisten sekretaris untuk ilmu pengetahuan, teknologi dan rekayasa di Angkatan Udara AS.
Pada sidang Senat pada 14 Mei 2014, Walker mengatakan Angkatan Udara tidak memiliki kepentingan dalam menjaga HAARP, dan bergerak ke arah lain dalam penelitian ionosfer.
Rencana Angkatan Udara AS untuk menghancurkan HAARP ini justru memancing tanda tanya dan teori konspirasi.
"Sementara Angkatan Udara tidak ingin atau menghargai nilai unik dari HAARP, pengguna dari beberapa lembaga federal, laboratorium dan universitas, dan negara-negara sahabat seperti Kanada, Inggris, Taiwan, Korea Selatan, Swedia dan Norwegia, ingin menggunakan sumber daya unik itu, yang selanjutnya justru akan menyebarkan pengaruh dan kepemimpinan Amerika," kata Dennis Papadopoulos, seorang profesor fisika dan astronomi di University of Maryland, menulis dalam sebuah opini marah di Alaska Dispatch.
Proyek HAARP menelan biaya lebih dari US$ 290.000.000, dan merupakan usul mendiang Senator Ted Stevens, yang memiliki pengaruh besar atas anggaran pertahanan AS selama menjabat di Kongres.
Pembangunan HAARP dimulai tahun 1990. Fasilitas ini diselesaikan akhir 2005 dengan pengumuman yang dicantumkan di situs DARPA pada Maret 2006.
Tapi pengusung teori konspirasi berpikir tujuan HAARP jauh lebih jahat daripada yang diungkapkan militer AS.
Program ini telah disalahkan atas segala sesuatu mulai dari pemanasan global, bencana alam hingga suara dengungan misterius di langit yang membuat heboh dunia beberapa minggu terakhir.
Pengusung teori konspirasi meyakini HAARP harus disalahkan atas gempa dan tsunami 2011 di Jepang; Tornado Moore di Oklahoma pada 2013; longsor pada 2006 di Filipina; dan banyak bencana alam lainnya.
Pengusung teori konspirasi lain berpendapat bahwa HAARP mengontrol pikiran orang atau mampu mengubah tatanan dunia.
Teori-teori ini belum mereda meskipun sangat sedikit aktivitas telah terjadi di HAARP selama 2014.
(Sumber: Live Science)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
