Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hasan Topal (news.com.au)
Dream - Hasan Topal. Lima bulan lalu dia adalah model kondang di Australia. Namu kini, pria 28 tahun ini adalah pemimpin salah satu gengster paling ditakuti di negeri Kanguru tersebut, Comanchero.
Menurut laman news.com.au, sebagaimana dikutip Dream pada Senin 23 April 2018, kepolisian Victoria mengonfirmasi bahwa pria tampan ini didaulat sebagai ketua geng Comanchero setelah gembong sebelumnya, Mick Murray, ditangkap bulan lalu.
Murray harus menjalani hukuman di dalam penjara selama delapan bulan akibat tidak mau bekerja sama dengan aparat keamanan untuk penyelidikan sejumlah kasus, termasuk penembakan.
Hasan memang menjadi orang kepercayaan Murray. Pada 2016 silam, Murray menghadiri pesta pernikahan mewah Hasan dengan Samantha Rabah.
Hasan membuktikan kesetiaannya saat terjadi kerusuhan di sebuah kelab malam di Canberra dengan memecahkan botol ke kepala sendiri sebelum terlbat perkelahian sesama anggota geng tersebut.
Polisi yakin bahwa Hasan terlibat dalam perkelahian antar sesama anggota geng Comanchero pada Agustus tahun lalu di kelab Capital Men's. Namun Hasan yang sempat dibekuk dibebaskan dengan jaminan.
© Dream
Dream - Aksi Valentino Talluto ini sungguh keterlaluan. Dia sengaja menularkan virus HIV kepada 32 wanita melalui hubungan seksual yang tidak sehat.
Pemuda Italia ini merupakan pengidap HIV positif. Dia menyebarkan virus tersebut selama satu dekade, sebelum dibekuk pada November 2015.
Menurut laman AsiaOne, Sabtu 28 Oktober 2017, Valentino telah melakukan hubungan seksual dengan lebih 57 wanita dalam periode tersebut.
Virus itu telah menular kepada 32 wanita. Banyak wanita yang melakukan hubungan seksual dengan Valentino baru sadar mereka telah tertular HIV setelah melakukan tes usai mendengar keterangan pemida itu di pengadilan.
© Dream
Menurut keterangan di dalam persidangan di Roma, saat berhubungan intim, Valentino tak pernah mau menggunakan pengaman. Kepada para wanita itu, dia selalu mengaku alergi terhadap kondom. Dia juga beralasan baru saja melakukan tes HIV.
Di dalam persidangan, Valentino menyatakan penyesalan atas perbuatannya, namun dia mengaku tidak menyadari akibat tindakan itu.
Jaksa meminta pengadilan untuk memberinya hukuman penjara seumur hidup, dengan mengatakan bahwa Valentino telah memicu sebuah epidemi HIV. Namun pengadilan hanya memvonis 24 tahun penjara.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya