Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Ramalan tentang kiamat sudah banyak, belum ada satupun yang terbukti. Meski demikian, tetap saja muncul prediksi yang menyebut waktu terjadinya hari akhir tersebut.
Kali ini, ramalan disampaikan penulis asal Inggris, David Meade. Pria yang berkarya di Planet X News ini menyatakan kiamat bakal terjadi pada 23 April mendatang.
Menurut dia, pada tanggal tersebut, matahari, bulan, dan planet Jupiter berada di posisi sejajar dalam konstelasi Virgo, menandakan kemunculan Planet X berukuran raksasa atau lebih dikenal dengan Nibiru.
Meade mengklaim Bumi akan diguncang letusan gunung berapi dahsyat di mana-mana, yang menjadi pertanda datangnya kehancuran lebih dahsyat akibat munculnya Nibiru.
Untuk menguatkan ramalannya, Meade menggunakan teori konstelasi astrologi yang sudah dia kemukakan pada 23 November tahun lalu. Tetapi, pernyataan Meade itu dibantah terang-terangan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.
Pada bulan September 2017, NASA terpaksa turun tangan untuk menyangkal rumor tentang datangnya Armageddon. Saat itu para pengikut teori konspirasi mulai menyebarkan kabar tentang Nibiru yang mengerikan.
Objek langit yang mendapat julukan 'Planet Kematian' itu disebut bakal menabrak Bumi dan memusnahkan kehidupan umat manusia.
© Dream
NASA kemudian mengeluarkan pernyataan tegas, teori tentang Nibiru itu hanyalah hoaks.
" Banyak orang 'memprediksi' dunia akan berakhir pada 23 September ketika planet lain bertabrakan dengan Bumi. Planet bernama Nibiru itu sebenarnya tidak ada. Jadi tidak akan ada tabrakan dan kiamat," demikian pernyataan NASA.
" Nibiru dan cerita tentang planet mengerikan lainnya hanyalah kabar hoaks," tambah NASA.
Lebih jauh, NASA menegaskan jika Nibiru nyata dan menuju Bumi, para ahli astronomi pasti akan melacaknya dalam beberapa dekade terakhir.
" Jika memang ada, planet itu seharusnya sudah terlihat dengan mata telanjang sekarang," kata NASA.
Mengenai klaim Meade tentang kedudukan matahari, bulan, dan Jupiter yang sejajar, para ahli menegaskan tidak ada yang spesial dengan hal itu.
Sementara itu, usai gencar menyebarkan berita kiamat di YouTube yang ternyata tidak terbukti, Meade mengklarifikasi teorinya.
Dia mengatakan kiamat ditunda untuk sementara. Meade juga mengklaim sebelumnya tidak pernah mengatakan Nibiru akan muncul pada tanggal tertentu.
(Beq/Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya