Dream - Feby Kurnia, mahasiswi program studi Geofisika Universitas Gadjah Mada (UGM) dibunuh karena pelaku menginginkan harta korban.
Kepada polisi, pelaku EA mengaku kepepet melakukan aksinya karena tidak punya uang.
EA ditangkap saat hendak pulang ke rumahnya, Pleret, Bantul, Yogyakarta, sore kemarin.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan kampus ini melakukan pembunuhan pada 28 April lalu, pukul 06.00 WIB.
Saat itu korban datang ke kampus masuk ke ruangan kelas. Pelaku yang sedang bersih-bersih kemudian membuntuti korban yang berjalan menuju ke toilet.
Di sana, kamar mandi paling ujung, pelaku membunuh korban dengan mencekik.
Setelah membunuh Feby dan meletakkan jenazah korban ke toilet, ia langsung mengambil ponsel, kunci motor dan STNK milik korban.
Toilet dikunci dan pelaku kemudian memberitahu ke rekannya yang lain agar tak mengusik kamar toilet paling ujung karena airnya rusak.
Sepeda motor Feby kemudian dititipkan di Terminal Giwangan, Jumat 29 April 2016.
Pada hari itu, pelaku masih bekerja seperti biasa.
Pelaku yang sudah mengambil ponsel korban bahkan sempat membalas pesan pendek dari ibu Feby dan mengangkat panggilan telepon rekan-rekan korban yang mencari Feby.
Hingga akhirnya pada 2 Mei, tercium bau dari toilet dan diketahui jenazah korban sudah membusuk. (Ism)
© Dream
Dream - Pembunuh sadis Feby Kurnia, mahasiswi program studi Geofisika Universitas Gadjah Mada (UGM) di toilet kampus, dibekuk polisi, sore tadi.
" Iya benar sudah (ditangkap). Besok pagi pukul 9 akan disampaikan detailnya oleh Kapolda DIY," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Polisi Hudit Wahyudi melalui pesan pendek kepada Dream, Selasa 3 Mei 2016.
Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku berinisial EA bekerja sebagai petugas kebersihan kampus. Ia ditangkap saat hendak pulang ke rumahnya, Pleret, Bantul, Yogyakarta.
" Detail besok. Kita masih periksa pelaku," kata Hudit saat dikonfirmasi indentitas pelaku dan kronologi penangkap.
Pelaku saat ini tengah diperiksa intensif oleh penyidik untuk mengetahui motif melakukan pembunuhan. Diduga kuat pelaku sempat membalas pesan pendek ibu korban yang menanyakan keberadaan sang anak.
© Dream
Dream - Polisi masih menyelidiki kematian Feby Kurnia, mahasiswi program studi Geofisika Universitas Gadjah Mada (UGM), yang diduga korban pembunuhan.
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Ajun Komisaris Besar Polisi Anny Pudjiastuti mengatakan, penyidik terus bekerja untuk mengungkap kematian Feby.
Mulai dari melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk teman-teman Feby Kurnia.
" Kita akan kabarin jika sudah mendapatkan titik terang kasus ini," ujar Anny singkat saat dihubungi Dream, Selasa 3 Mei 2016.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Polisi Hudit Wahyudi mengatakan, dari identifikasi bersama tim Inafis dan Pusdokkes ditemukan adanya bekas jeratan di leher korban.
Hal tersebut menguatkan dugaan korban tewas karena dibunuh. Namun untuk kepastian masih menunggu hasil otopsi dari dokter Forensik RSUP Sardjito.
Polisi telah menemukan adanya jejak pelaku yang diduga tega menghabisi nyawa korban.
Diduga korban meninggal lebih dari 4 hari lalu, lantaran keadaan jenazah yang sudah rusak di beberapa bagian.
" Dilaporkan hilang sudah sejak Kamis lalu dan mungkin meninggal Jumat jadi memang kondisinya sudah rusak," kata dia. (Ism)
© Dream
Dream - Kematian Feby Kurnia (19), mahasiswi Prodi Geofisika Univesitas Gadjah Mada (UGM) di toilet kampusnya masih misterius.
Sampai saat ini, Kepolisian Polda DIY masih menyelidiki kematian Feby Kurnia yang diduga korban pembunuhan.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk teman-teman Feby Kurnia.
Berikut ini kumpulan fakta tentang Feby Kurnia:
1. Feby Kurnia berasal dari Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Anak pertama dari 3 bersaudara ini adalah alumni SMAN 1 Batam dan masuk UGM pada 2015.
2. Feby mengambil program studi Geofisika Fakultas MIPA UGM.
3. Feby pamit kepada ibu kosnya di kawasan Mlati, Slemanm pada Kamis lalu. Namun tidak kunjung kembali. Ia dilaporkan hilang sehari kemudian.
5. Beberapa teman sekampus sempat mengubungi Feby Kurnia lewat SMS, tetapi tak direspons.
Temuan lainnya...
© Dream
6. Feby Kurnia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di lantai 5 Fakultas MIPA UGM pada Senin petang kemarin.
7. Polisi memperkirakan, korban dibunuh sejak 3-4 hari sebelum jenazahnya ditemukan. Sebab, kondisi jenazah korban sudah rusak.
8. Tak hanya ponsel, motor milik Feby juga dilaporkan hilang.
9. Keluarga berharap penyebab kematian Feby segera terungkap. Rencananya, usai autopsi, jenazah akan langsung dibawa ke Batam.
10. CCTV di dekat lokasi ditemukannya jenazah Feby tidak berfungsi. Padahal CCTV bisa menjadi petunjuk penting bagi pengungkapan kasus ini.