5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Pemerintah Tunisia akan mengirim para muazin di negaranya belajar ke sekolah musik, Tunisians Rachidi Music Institute. Mereka diminta untuk belajar vokal di lembaga pendidikan musik formal.
Penyebabnya, pemerintah Tunisia menganggap para muazin kerap melantunkan azan tidak dengan benar. Selain itu, suara mereka tidak enak didengar, terutama saat berazan.
Menteri Agama Tunisia, Ahmed Adhoum, mengatakan pelatihan vokal tersebut dijalankan dengan tujuan agar para muazin melafalkan azan sesuai budaya Tunisia. Dia meyakini inisiatif unik ini akan memperkuat identitas Tunisia sebagai negara Muslim di kawasan Afrika Utara.
" Terlebih lagi, cara membaca Alquran kami cukup berbeda dari negara lainnya," tambah Ahmed.
© Dream
Direktur Institut Pendidikan Tinggi Akidah Universitas Al Zaytoonah, Al-Shadi Shoro, mengatakan tujuan dari inisiatif ini adalah untuk membangun identitas Tunisia. Kementerian Agama akan mengajarkan pengucapan makhraj yang benar kepada para muazin.
" Para muazin akan dilatih langsung oleh profesor fonetik dan musik terbaik. Usaha ini bukan untuk mengikuti tren baru azan," kata Shoro.
Menurut Shoro, selama ini pemerintah menerima aduan dari masyarakat terkait azan yang dikumandangkan dengan suara kurang enak didengar. Selain itu, Kemenag Tunisia juga akan meninjau penggunaan pengeras suara di setiap masjid.
© Dream
Shoro berharap suara azan tidak pecah dan nikmat didengar. Dia meyakini hal itu bisa memengaruhi umat untuk datang ke masjid.
" Kami ingin agar suara para muazin terdengar merdu sehingga bukan hanya umat Islam yang senang, tapi juga para turis bisa menikmati azan," tambah Shoro.
Pada tahap pertama, prakarsa ini akan diadakan di sejumlah masjid besar di sekitar ibu kota Tunis. Nantinya, pelaksanaannya diperluas ke masjid-masjid di seluruh Tunisia.
(Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?