Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengajak masyarakat masyarakat membangun cara pandang positif dalam menyikapi setiap bencana. Bencana, khususnya gempa bumi, tidak bisa dilepaskan dari posisi geografis Indonesia yang berada di daerah Sabuk Api (ring of fire).
" Indonesia terletak di kawasan pertemuan tiga lempengan bumi, yaitu Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia. Juga terletak di daerah sabuk api (ring of fire) di mana terdapat 187 gunung api berderet dari barat ke timur," ujar Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, dikutip dari Muhammadiyah.or.id.
Fathurrahman mengatakan masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang mengaitkan bencana alam dengan azab dari Allah SWT. Bahkan ada yang menjadikan bencana sebagai komoditas politik.
" Berangkat dari fakta tersebut, peristiwa bencana alam seperti gempa bumi yang terjadi saat ini tidak serta merta dituding dan dipahami sebagai wujud kemurkaan dan azab Allah Ta’ala, terlebih dijadikan sebagai komoditas politik rendahan," kata Fathurrahman.
Lebih lanjut, Fathurrahman mengimbau masyarakat terutama para korban bencana untuk tetap teguh dan sabar dan tetap berusaha demi kehidupan yang lebih baik pasca-bencana. Dia juga mengajak untuk mengokohkan solidaritas sosial dan saling tolong menolong seperti perintah agama.
Masyarakat Indonesia, terutama warga Lombok tengah menghadapi duka yang teramat berat. Beberapa kali gempa dahsyat mengguncang pulau tersebut, menyebankan ratusan orang meninggal dunia.
© Dream
Dream - Pulau Lombok kembali diguncang gempa susulan pada Kamis 9 Agustus 2018. Intensitas terbesar, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa itu berkekuatan 6,2 skala Richter.
Gempa ini dirasakan di daerah Lombok Utara, Mataram, Klungkung, Denpasar, dan Lombok Tengah, Sumbawa, dan Karangasem.
Sebuah rekaman video memperlihatkan detik-detik saat gempa susulan itu terjadi. Dalam video berdurasi 1 menit 36 detik itu terlihat juga mantan Kapolda Metro Jaya, Mochamad Iriawan, saat sedang menyambangi lokasi gempa untuk memberikan bantuan.
Pria yang juga pernah menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) itu terlihat tengah melakukan serah terima bantuan. Di tengah pidatonya, tiba-tiba saja guncangan gempa kembali terjadi.
Peristiwa itu terjadi pukul 12.00 WIB siang. Sebelumnya, BMKG menyatakan Lombok masih akan diguncang gempa susulan berskala kecil selama tiga hingga empat minggu ke depan.
Sebab, posisi Pulau Lombok memang berada pada patahan batu besar di bumi, yang disebut Sesar Flores.
Mengantisipasi gempa susulan ini, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
© Dream
(Twitter.com/@infoBMKG)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya