Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri Memberikan Pidato Dalam Peringatan HUT PDIP Ke-44 (ANTARA FOTO/Widodo S Yusuf)
Megawati dinilai memberikan pernyataan yang menyinggung umat Islam.
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana berdialog dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. MUI ingin mendiskusikan materi pidato Megawati tentang 'para peramal masa depan' yang disampaikan saat Hari Ulang Tahun ke-44 PDIP.
"Saya rasa bila perlu nanti Bu Mega kami ajak berdialog," ucap Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin, di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu 18 Januari 2017.
Dalam pidato di Jakarta Convention Center itu, Mega mengeluarkan pernyataan yang dinilai menyindir kelompok tertentu --yang dia sebut-- memiliki ideologi tertutup dan memaksakan kehendak.
Mega juga menyebut ada kelompok fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka belum pernah melihatnya.
Meski demikian, Din tidak mau memberikan tanggapan terkait sindiran Megawati yang dinilai menyindir kelompok tertentu itu. Dia bahkan menyatakan tidak berencana melibatkan pimpinan kelompok yang dinilai disindir itu dalam dialog yang akan digelar nanti.
"Mungkin kami tidak mau mempertemukan begitu-begitu, kami ini bukan jadi broker mediator," ucap Din.