7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Pesulap Merah (Foto: @marcelradhival1)
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara soal aksi Marcel Radhival atau Pesulap Merah yang membongkar trik sulap dalam perdukunan. Salah satu yang mencuat adalah pengobatan alternatif Gus Samsudin.
Anggota MUI, Buya Munawwir Alqosimi, menyampaikan pandangannya bahwa kontroversi yang terlibat dalam keduanya dapat memecah belah umat. Menurut dia, masyarakat ada yang mencaci Marcel maupun Gus Samsudin.
" Secara pribadi kalau menurut saya memang enggak menghibur. Kita lihat ada dari realita kenyataan bahwa umat terbelah. Ada yang mencaci Marcel ada yang mencaci Gus Udin," ucapnya dikutip dari YouTube Cumicumi.
Munawwir menyarankan agar Marcel yang berprofesi sebagai pesulap bertindak sebagaimana mestinya sebagai pesulap dengan mengibur saja.
“ Jadi Marcel kalau memang menghibur, menghiburlah sebagai pesulap dengan memakai yang memang menghibur,” katanya.
Kemudian, menurut Munawwir Marcel seharusnya mencontoh pesulap lain, seperti Limbad yang tidak banyak berkomentar.
" Lihat para pesulap yang lain, tidak akan membuat kegaduhan sebagaimana Limbad, maka dia tidak bicara," tutur Buya Munawwir.

Bicara sejarah, Munawwir mengatakan sulap sudah hadir bahkan di zaman Nabi Musa. Kala itu tukang sihir menggunakan ilmu sulap bukan memakai jin.
" Tukang sihirnya (zaman) Nabi Musa itu menggunakan ilmu sulap, bukan mamakai setan, jin. Karena itu ulama tidak memperbolehkan sulap. Sulap itu memang menggunakan alat-alat rekayasa, itu pun enggak diperbolehkan," katanya.
Munawwir menambahkan bahwa sulap boleh digunakan hanya untuk sekadar hiburan. Seperti halnya fatwa yang sudah dikeluarkan negara Yordania.
“ Ada yang sudah mengeluarkan fatwa yaitu Yordania. Bahwa sulap itu boleh digunakan hanya untuk permainan. Hanya untuk hiburan, bukan sebagai pelisir,” lanjutnya.
Dream - Nama Pesulap Merah kian mencorong. Pemuda bernama Marcel Radhival itu ramai diperbincangkan setelah mendatangi Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin Jadab di Blitar untuk melakukan pembuktian praktik pengobatan yang ditudingnya menggunakan trik sulap.
Jalan kehidupan Marcel sebelum tenar sungguh berliku. Saat menjadi tamu pada podcast Arie Untung, dia mengaku pernah merasakan pahitnya kehidupan. Sang ayah yang terjerat riba harus kehilangan harta.
" Orangtua bangkrut, kena riba, makanya sampai sekarang saya antiriba totalitas karena pada saat SMP saya mempelajari agama, Allah berjanji riba itu pasti dihanguskan. Saya ngelihat buktinya dari bapak saya," kata Marcel.
Dulunya, kata Marcel, sang ayah adalah purnawirawan Polri. Mereka memiliki usaha rental mobil. Namun usaha tersebut akhirnya gulung tikar. " Punya tujuh mobil, habis. Gara-gara riba," kata dia.
Tidak hanya mobil, rumah mereka bahkan harus dijual untuk melunasi utang. Rumah keluarga Marcel laku Rp350 juta. Dari hasil penjualan tersebut, Rp250 juta di antaranya untuk membayar utang.
" Tadinya mikir sisa Rp150 juta. Rp200 juta bayar utang, yang Rp150 juta enggak tahu kenapa habis saja pas mau bayar rumah berikutnya, jadi buat beli makan dan sebagainya gitu," beber dia.
Kala itu keluarga Marcel benar-benar tak punya penghasilan lagi. Marcel juga merasa sulap yang dia pelajari tak mampu menanggung biaya hidup keluarganya. Sehingga saban malam, sebelum meninggalkan rumah yang dijual, Marcel selalu berdoa.
" Saya setiap malam lari ke atas genteng, ke tempat jemuran itu, malam saya doa sama Allah. Ya Allah tolong kasih kerjaan saya yang bisa menghidupkan tapi ketika saya dapat jadwal sulap bisa diambil juga. Saya nangis-nangisan," kata Marcel.
Marcel memang tak punya pilihan selain harus berjuang menghidupi keluarga. Sebab kala itu mereka hanya diberi waktu sebulan sebelum harus angkat kaki dari rumah yang dijual tersebut.
" Kalau waktu itu saya tidak berhasil menghidupi orangtua, tinggal di jalanan, pilihannya itu doang. Soalnya jual rumah buat bayar utang. Makanya saya totalitas nangis-nangis. Benar-benar duit enggak ada sama sekali," ujarnya.
Doa Marcel dikabulkan. Dia akhirnya bekerja, meskipun hanya jualan sosis goreng. " Sudah manggung di tv-tv, pakai jas-jasan dulu, dulu belum merah, dulu pas di rumah jualan sosis goreng yanag seribuan. Kebetulan kan dekat masjid," tutur Marcel.
Penghasilannya tidak besar. Sebulan hanya mampu meraup untung Rp300 ribu saja. Penghasilan itu bahkan tidak cukup untuk jajan saat berkumpul dengan teman-temannya.
" Saya doa lagi, Ya Allah ini enggak cukup buat kontrakan berikutnya. Karena kalau enggak bisa bayar kontrakan kan harus pindah tuh, saya tinggal di jalan nih," ucap Marcel.
Marcel tetap berdoa supaya diberi pekerjaan dengan penghasilan yang cukup, namun tidak mengganggu jadwal sulap ketika ada panggilan manggung. " Adalah ojek online, 2015," kata dia.
Marcel menekuni profesi sebagai sopir ojek online mulai 2015 hingga 2018. Dia bekerja keras untuk mendapat penghasilan yang lumayan. " Penghasilan Rp6 juta sampai Rp8 juta. Berangkat selesai subuh pulang jam 12 jam satu malam."
Saat itulah dia mulai bermain YouTube. Saban kamis dia libur narik ojek untuk membuat konten YouTube. " Jumat upload. gitu terus," tambah dia.
Marcel semakin eksis di dunia YouTube. Dia membuat konten seputar sulap, di antaranya membongkar praktik dukun yang melakukan pengobatan dengan trik sulap.
Marcel mengaku bulai membuat konten YouTube dengan membongkar trik pengobatan dukun, " mulai 2016."
Terbaru, Marcel mendatangi padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin Jadab di Blitar, Jawa Timur. Namun dia " ditolak" , sehingga tidak bisa melakukan pembuktian di hadapan sang pemilik padepokan.
Perang argumen pun berlanjut di media sosial, hingga akhirnya padepokan Gus Samsudin digeruduk warga dan ditutup sementara. Kini, Gus Samsudin tidak dibolehkan membuka praktik pengobatan di padepokan, untuk sementara.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?