7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Warung Makan (Foto: Unsplash.com/ Hobi Industri)
Dream - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, mengatakan, warung makan tak perlu tutup saat Ramadan 1443 H.
“ Kalau ada istilah tutup semua saat Ramadan, tutup yang mana, harus jelas,” ujar Buya Amirsyah, Rabu 31 Maret 2022.
Menurut Buya Amirsyah, munculnya pedagang saat bulan Ramadan justru merupakan kesempatan yang bagus. Di tengah pandemi Covid-19, kondisi tersebut akan menghidupkan perekonomian, khususnya usaha mikro kecil.
Dia juga meminta agar tidak ada yang melakukan sweeping terhadap tempat-tempat makan yang buka saat siang hari di bulan Ramadhan.
Pemilik usaha harus menghargai orang yang sedang berpuasa, di saat yang bersamaan orang berpuasa juga mesti menghargai satu sama lain.
“ Apalagi ada sweeping-sweeping, jangan ada lah. Menurut hemat saya dicari strateginya, dibuat momentum yang pas sehingga di satu sisi tak mengganggu orang yang sedang berbuka. Di sisi lain, penjual makan bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan,” kata Buya Amirsyah.
Sebaliknya, Amirsyah menghimbau untuk tempat hiburan agar menutupnya sementara. Agar masyarakat fokus melaksanakan ibadah.
“ Sebaiknya tempat hiburan ditiadakan karena fokus untuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadan,” lanjutnya.
Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, juga mengatakan tentang warung makan yang kerap menutup tempat makan menggunakan tirai saat Ramadan. Sehingga warga yang berpuasa tak akan tergiur dengan menu makanan di warung tersebut.
Dia mengapresiasi inisiatif para pengelola tempat makan yang memodifikasi tempatnya di saat Ramadhan sudah arif dan bijaksana, demi menghormati orang-orang yang menjalankan ibadah puasa.
”Meskipun saat Ramadan, ada kalanya orang Muslim berhalangan puasa, seperti musafir, sakit atau sedang haid nifas,” kata dia.
Sumber: mui.or.id
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?