Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Nenek Sumiati (Foto: Instagram @makassar_iinfo)
Dream - Hari Raya Idul Adha 1441 H menjadi hari yang spesial bagi Sumiati. Setelah 15 tahun menabung, nenek berusia 71 tahun yang sehari-sehari bekerja sebagai penyapu jalan di Tenggarong, Kutai Kartanegara ini bisa memberikan kurban sapi dan kambung.
Sumiati menyerahkan seekor sapi dan kambing kurban ke Langgar Annur pada Kamis, 30 Juli 2020 sekitar pukul 16.15 WITA. Dalam penyerahan itu nenek Sumiati didampingi anaknya, disaksikan Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho.
Penyerahan sapi dan kambing kurban nenek Sumiati diterima langsung oleh ketua pengurus langgar Annur, Ahmad Sopian Hamid, beserta pengurus langgar lainnya.
“ Nenek kita ini menjadi contoh yang sangat baik bagi kita semua. Ini menjadi teladan bagi kita semua yang hidup di masa pandemi Covid-19, pengorbanan beliau patut kita contoh,” ujar Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar) AKBP Andrias Susanto Nugroho yang mengantarkan hewan kurban milik Sumiati dikutip dari laman Polda Kaltim.com.
Ketua Langga An-Nur, Ahmad Sopian mengaku baru mendengar ada salah satu warganya yang berprofesi sebagai penyapu jalan yang menunaikan kurban di Idul Adha tahun ini. Dia semakin terkejut saat mengetahui hewan kurban itu dibeli dari uang yang sudah ditabung selama 15 tahun.
" ini menjadi inspirasi kami juga semoga mendapat berkah," tutur Ahmad Sopian dikutip dari akun Instagram @Makassar_iinfo.


Keseharian nenek Sumiati adalah pekerja penyapu jalanan yang tinggalnya di rombong di Pasar Seni Tenggarong. Di tempat itu juga Sumiati biasa berjualan, permen, kerupuk, air mineral dan lain lain.
Untu menambah pemasukan, Nenek Sumiati juga membuka jasa sebagai tukang pijat.
Sementara kepada Kapolres Kutai Kartanegara, Nenek Sumiati mengaku masih memiliki satu keinginan yang ingin diwujudkan setelah beribadah kurban. Sumiati ingin berziarah ke makam ulama besar Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari atau biasa dikenal sebagai Guru Ijai, di Kalimantan Selatan.

(Nenek Sumiati dan Kapolres Kutai Kartanegara/FotoL Polda Kaltim)
Keinginan tersebut difasilitasi Kapolres yang berkomitmen membantu Nenek Sumiati mewujudkan keinginan tersebut.
“ Tadi ada permohonan beliau untuk ziarah ke makam Guru Ijay. Kami dari Polres Kutai Kartanegara akan memfasilitasi ke Kalimantan Selatan,” tutup Kapolres.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam