Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream - Olahraga sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Dengan olahraga, performa tubuh tetap terjaga bahkan jadi makin bugar.
Di sisi lain, olahraga mungkin menjadi masalah serius di sebagian Muslimah. Banyak wanita yang ragu-ragu untuk beraktivitas olahraga di luar rumah.
Umumnya para wanita khawatir keberadaan mereka akan menjadi perhatian para kaum adam.
Dikutip dari Bincang Muslimah, olahraga di tempat umum sebenarnya bukanlah penghalang bagi Muslimah. Malah aktivitas ini sangat dianjurkan.
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Imam Nasai, Aisyah RA pernah mendapat tantangan balap lari dari Rasulullah Muhammad SAW. Tantangan itu ditawarkan Rasulullah di hadapan para sahabatnya yang kebanyakan laki-laki.
Dari Aisyah berkata, " Aku pernah menemani Nabi SAW dalam sebuah perjalanan. Saat itu aku masih muda dan badanku belum gemuk. Nabi SAW berkata kepada para sahabat. 'Silakan jalan duluan.' Maka para sahabat pun berjalan mendahului Nabi SAW. Lalu Nabi SAW berkata kepadaku, 'Kemarilah, aku akan mengajakmu balap lari.' Maka aku pun memenuhi ajakan tersebut, kemudian aku berhasil mengalahkan Nabi SAW, dan beliau pun terdiam saat itu. Sampai pada suatu ketika badanku sudah mulai gemuk, dan aku pun lupa entah dalam perjalanan ke mana saat itu. Beliau berkata kepada para sahabat, 'Silakan jalan duluan.' Maka para sahabat pun berjalan mendahului Nabi SAW. Lalu beliau berkata, 'Kemarilah, aku akan kembali mengajakmu balap lari.' Maka aku pun memenuhi ajakan tersebut, kemudian beliau mampu mengalahkanku. Beliau tertawa dan berkata, 'Inilah pembalasanku'."
Derajat hadis ini adalah shahih. Sehingga tidak ada lagi keraguan mengenai muatannya.
Berdasarkan hadis ini, Rasulullah secara tidak langsung mengajarkan umat Islam khususnya Muslimah untuk tidak ragu berolahraga di tempat umum dan terbuka. Aisyah saja diajak lomba lari oleh Rasulullah di depan para sahabatnya.
Abdul Mu'in Al Hanafi dalam kitabnya Mausu'ah Ummu Al Mu'minin menjelaskan maksud dari hadi ini.
" Lomba lari di antara suami istri menunjukkan sempurnanya hubungan suami-istri, lomba lari adalah olah raga, dan Nabi menjaga untuk berolah raga secara teratur."
Sehingga, tidak ada larangan seorang Muslimah untuk berolahraga di tempat umum. Meski demikian, dianjurkan tetap memperhatikan adab terutama dalam berpakaian yaitu dengan mengenakan baju sopan dan menutup aurat.
Sumber: Bincang Muslimah.
Dream - Dalam masyarakat modern, suami dan istri yang sama-sama bekerja bukan lagi jadi hal aneh. Mereka pun mendapatkan penghasilan yang menjadi hartanya masing-masing.
Banyak wanita berkeluarga meniti karier di luar rumah. Menjadi guru, profesional, maupun menjadi pengusaha.
Tidak sedikit pula wanita yang mendapatkan harta dari usahanya di rumah. Tidak hanya dari membuka toko melainkan menjadi kaum profesional yang mengerjakan segala kontrak dari rumahnya.
Tentu mereka punya penghasilan tersendiri. Tidak jarang pula penghasilan mereka lebih tinggi dari suaminya.
Lantas, bagaimana sebenarnya kedudukan harta istri dalam rumah tangga?
Dikutip dari Bincang Muslimah, sudah jadi permakluman suami merupakan pengayom, pelindung sekaligus pemimpin keluarga. Karena itulah, dia berkewajiban memberikan penghasilannya untuk nafkah kepada istri dan anak-anaknya.

Hal ini seperti dijelaskan dalam Surat An Baqarah ayat 233.
" Dan merupakan kewajiban bapak (orang yang mendapatkan anak) untuk memberikan nafkah kepada istrinya dan memberinya pakaian dengan cara yang wajar."
Nafkah merupakan hak yang didapat istri dari suaminya. Tetapi, harta yang ada pada istri adalah milik pribadinya yang tidak diwajibkan untuk diberikan kepada suami.
Dalam Surat An Nisa ayat 32, Allah SWT berfirman.
" Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Mengetahui Segala Sesuatu."
Ayat tersebut menjelaskan antara suami dan istri punya hak atas apa yang mereka usahakan. Penghasilan istri jadi hartanya, pun demikian halnya dengan pendapatan suami.

Bedanya, suami punya kewajiban untuk memberikan sebagian pendapatannya sebagai nafkah kepada keluarganya. Maka, harta yang diberikan suami menjadi hak istri dan anak-anaknya untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Lain halnya jika suami istri bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena untuk memenuhi kebutuhan keluarga, maka istri dapat memberikan hartanya secara sukarela.
Meski begitu, hal itu tidak menjadi penyebab gugurnya kewajiban suami atas istri sebagai pemberi nafkah. Sehingga, harta istri hanya sebagai pendukung untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. (mut)
Sumber: Bincang Muslimah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya