Nadiem Minta Sekolah Tatap Muka, Ini Tanggapan Pemprov DKI

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Sabtu, 5 Juni 2021 12:24
Nadiem Minta Sekolah Tatap Muka, Ini Tanggapan Pemprov DKI
Dinas Pendidikan DKI Jakarta masih melakukan persiapan dan pengkajian belajar di sekolah di masa pandemi Covid-19.

Dream - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya tidak mau terburu-buru menyelenggarakan belajar tatap muka. Mendikbud Ristek Nadiem Makarim berkeras membuka sekolah tatap muka pada Juli tahun ini.

Riza mengatakan Dinas Pendidikan masih melakukan persiapan dan pengkajian belajar di sekolah di masa pandemi Covid-19.

" Kita tidak ingin mengambil kebijakan yang salah. Sekalipun dimungkinkan tatap muka kita akan melakukan pengecekan, penelitian yang lebih konprehensif, yang lebih mendalam, lebih teliti, dan memperhatikan dampak yang mungkin terjadi," ucap Riza di Balai Kota, Jumat 4 Juni 2021.

1 dari 3 halaman

Masih dalam Petimbangan

Politikus Gerindra itu menghargai dan memahami keinginan Nadiem agar belajar kembali dilakukan di sekolah. Namun, kondisi tersebut harus memperlihatkan tren kasus Covid-19 di masing-masing wilayah.

Jika regulasi terkait belajar di sekolah diterbitkan, Riza memastikan kebijakan pelaksanaannya tergantung dengan kondisi kasus positif Covid-19.

" Kami menghargai keinginan Pak Menteri. Namun demikian, Pemprov harus melakukan penelitian pengkajian, kita harus lihat fakta data," ujar dia.

Sumber: merdeka.com

2 dari 3 halaman

Singgung Mal dan Sinema Dibuka, Nadiem: Sudah Saatnya Sekolah Lakukan Tatap Muka

Dream - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, menyatakan sekolah akan diizinkan menyediakan pembelajaran tatap muka sebentar lagi. Hal ini diberlakukan khusus untuk sekolah di zona hijau dan kuning, tidak untuk zona merah dan oranye.

Menurut Nadiem, sekolah menjadi tempat terakhir yang dibuka. Padahal tempat lain seperti mal dan pusat perbelanjaan sudah dibuka terlebih dahulu.

" Kenyataannya adalah mal, sinema dan semua tempat kerja sudah dibuka untuk tatap muka. Jadi sudah saatnya sekolah-sekolah kita melakukan tatap muka terbatas," ujar Nadiem.

 

 

3 dari 3 halaman

Pengajuan Opsi Tatap Muka Terbatas

Nadiem juga mengatakan pada dasarnya pilihan pembelajaran tatap muka terbatas sudah dimulai sejak Januari 2021. Tetapi, orangtua murid sendiri diberikan kebebasan untuk menentukan apakah anaknya sekolah secara tatap muka atau jarak jauh.

Bahkan sebelum vaksinasi yang saat ini tengah berjalan, sekolah tatap muka sudah diperbolehkan. Tetapi pada saat sudah selesai divaksinasi itu, kewajiban sekolah untuk mengajukan opsi tatap muka terbatas.

Untuk meyakinkan masyarakat, Nadiem menjelaskan jika 28 persen tenaga pendidik di Indonesia sudah menerima vaksin Covid-19.

" Pada saat ini, ini angka yang menurut saya cukup luar biasa. Bahwa walaupun dengan situasi dunia, dengan masalah pasokan vaksin yang sering terhambat, dengan faktor-faktor di luar kontrol kita, kita masih berhasil vaksinasi 28% dari 5,6 juta pendidik dan tenaga pendidik di Indonesia dalam waktu lumayan singkat dengan begitu banyaknya supply shock international dengan vaksin," katanya Nadiem.

Beberapa daerah yang tenaga pendidiknya sudah disuntik vaksin. Di antaranya DKI Jakarta yang mencapai 80 persen, Yogyakarta mencapai 75 persen, Jawa Barat dan Jawa Timur masing-masing 35 persen.

Sumber: pikiran-rakyat.com

Beri Komentar