Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Barang Bukti Miras Yang Ditemukan Tim Gabungan Polda Metro Jaya Dan Direktorat Bea Cukai (Dream.co.id/Ilman Nafi'an)
Dream - Masuknya lima kontainer minuman keras (miras) ilegal ke Indonesia diduga akan merugikan negara sebesar Rp80 miliar.
"Nilai dari lima kontainer Rp26,3 miliar, sedangkan pajak import senilai Rp53,9 miliar. Sebenarnya nilai barang ini kalau ditotal Rp26,3 juta ditambah Rp53,9 juta hampir 80 miliar. Ini potensi dari kehilangan negara," ujar Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, di Polda Metro Jaya, Senin, 18 September 2017.
Dari penyitaan yang dilakukan Polda Metro Jaya dan Direktorat Bea Cukai itu ditemukan 53.927 botol dan 40.039,02 liter miras. Kelima Kontainer itu diamankan di dua lokasi berbeda.
"Kami amankan tiga kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), dua di Pelabuhan Tanjung Pinang (Riau)," ucap Heru.
Heru mengatakan kelima Kontainer itu datang dari Singapura tidak secara bersamaan. Aktivitas itu dilakukan untuk mengelabuhi petugas.
Selain itu, para pelaku juga menyalurkan miras ilegal itu menggunakan jalur antarpulau yang terdapat pelabuhan tikus. Tak hanya itu, para pelaku juga menutupi kardus botol miras itu menggunakan sampah plastik yang dimasukkan ke dalam karung.
"Untungnya, kami punya alat yang canggih, kami x-ray dan ketahuan di situ ada botol miras," ujar Heru.
Selain merugikan negara, kegiatan penyelundupan miras ilegal ini juga dianggap akan merupakan persaingan dagang yang tidak sehat.
"Ini penyebab persaingan tidak sehat. Akan merugikan yang sudah mau mengimpor secara legal," ucap dia.
Meski begitu, saat ini belum ada pelaku yang ditangkap dari kasus penyelundupan miras ini.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari