Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Dukun Penyembuh Covid-19 (Shutterstock)
Dream - Kisah ini harus jadi pelajaran bagi kita semua. Bila mengalami gejala Covid-19, datanglah ke rumah sakit untuk konsultasi dan bila perlu mendapat perawatan.
Jangan pergi ke dukun, meski diklaim ampuh. Tak perlu nekat mendatangi dukun meski diiming-imingi kesembuhan dalam waktu yang cukup singkat.
Dengarlah kisah dari India berikut ini. Seorang dukun bernama Aslam yang mengaku bisa menyembuhkan pasien Covid-19 justru ikut terinfeksi. Dia bahkan meninggal karena virus corona itu.
Dukun asal Ratlam, negara bagian Madhya Pradesh, itu mulanya sesumbar bisa menyembuhkan pasien Covid-19 tanpa ribet. Cukup dengan mencium tangan sang pasien.
Dengan sesumbar itu, banyak orang percaya. Selama ini Aslam memang mengklaim bisa menyembuhkan segala penyakit.
Hasilnya tidak perlu ditanya. Sejak awal pandemi hingga saat ini sudah banyak informasi bahwa virus corona menyebar melalui droplet. Cairan yang muncrat dari mulut. Virus itu juga mudah menempel ke permukaan apa saja, terutama di tangan.
Jadi, sudah bisa ditebak. Praktik Aslam mengobati dengan cara mencium tangan pasien Covid-19 justru menjadi bumerang. Dukun itu tertular virus corona.
Tragisnya lagi, Aslam harus bertemu maut. Departemen Kesehatan setempat menyatakan, dukun tersebut positif terinfeksi virus corona pada 3 Juni 2020 dan meninggal satu hari setelahnya.
Setelah kabar meninggalnya Aslam diumumkan, otoritas India mulai melacak siapa saja yang melakukan kontak dengan dukun tersebut. Tes swab dilakukan kepada 40 pasiennya.
Hasilnya 20 sampel terbukti reaktif, termasuk tujuh keluarga Aslam. Mereka terkena Covid-19. Data terbaru bahkan menyebutkan pada 9 Juni 2020, dari 24 kasus terbaru Covid-19, 13 di antaranya pernah melakukan kontak langsung dengan Aslam.
" 20 diantaranya, termasuk 7 orang keluargnya terbukti positif COVID-19," jelas Departemen Kesehatan Ruchika Chouha mengatakan pada Times of India.
Pemerintah India baru-baru ini juga menemukan setidaknya ada 29 dukun yang menawarkan jasa seperti Aslam. Setelah ditelusuri, cara tersebut lebih cepat menyebarkan virus corona.
Menurut OPIndia, beberapa dukun ini memiliki kebiasan meniup air yang harus diminum oleh pasiennya sehingga membuat orang lain berisiko tinggi terkena infeksi.
Aslam bukanlah dukun pertama yang mengaku memiliki kemampuan mengobati virus COVID-19. Beberapa bulan sebelumnya seorang pendeta Nigeria, ia berikrak akan melakukan perjalanan ke China untuk menghancurkan virus tersebut. Nampaknya ia cukup pintar untuk tidak melaksanakan misi tersebut
Saat ini, " Negeri Bollywood" sudah melaporkan 298.283 kasus Covid-19, dengan 8.398 orang di antaranya dinyatakan meninggal.
Sumber: Oddity Central
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya