Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Obat Bentuk Kapsul. (Foto: Freepik.com)
Dream - Sebuah obat steroid yang harganya murah dianggap sebagai 'terobosan besar' dalam pencarian obat untuk melawan virus corona penyebab Covid-19.
Obat bernama Dexamethasone diklaim mampu mengurangi risiko kematian akibat Covid-19 hingga sepertiga pada pasien yang menggunakan ventilator, menurut sebuah percobaan di Inggris baru-baru ini.
Para ilmuwan yang menjalankan uji coba bernama RECOVERY yakin obat seharga Rp100 ribuan itu bisa menyelamatkan antara 4.000 hingga 5.000 jiwa jika digunakan sebagai pengobatan standar selama pandemi Covid-19.
Dexamethasone, yang diberikan baik dengan injeksi atau dalam bentuk tablet, akan diluncurkan sebagai bagian dari perawatan pasien Covid-19 oleh NHS mulai 17 Juni 2020.
Peter Horby dari Universitas Oxford mengatakan penggunaan Dexamethasone ini merupakan terobosan besar.
" Ini adalah satu-satunya obat yang sejauh ini terbukti menurunkan angka kematian (pasien Covid-19), dan itu mengurangi secara signifikan," ujar Horby.
Para ilmuwan di RECOVERY melibatkan lebih dari 11.500 pasien Covid-19 dari 170 rumah sakit di seluruh Inggris dalam uji coba ini.
Sebanyak 2.104 pasien dipilih secara acak untuk menerima 6 miligram Dexamethasone sehari. Sementara 4.321 lainnya menerima perawatan obat penghilang rasa sakit standar. Dalam beberapa kasus kelompok ini juga diberi antibiotik.
Pada pasien yang diberi Dexamethasone, angka kematian pada pasien yang menggunakan ventilator berkurang sepertiga. Sedangkan di antara pasien lain yang hanya menggunakan tabung oksigen tingkat kematiannya berkurang seperlima. Tidak ada perbedaan besar pada tingkat kematian pasien yang tidak memakai tabung oksigen.
Di antara kelompok kedua yang tidak diberi Dexamethasone, tingkat kematian tertinggi pada mereka yang menggunakan ventilator dengan seperempat dari mereka meninggal. Sementara 13% pasien yang tidak menggunakan ventilator juga meninggal.
Hasil ini menjadikan Dexamethasone sebagai obat pertama dan satu-satunya yang terbukti membuat perbedaan yang signifikan terhadap kematian pasien Covid-19 sejak pandemi dimulai akhir 2019 lalu.
Lantas bagaimana Dexamethasone bisa dianggap bisa mengurangi tingkat kematian pasien Covid-19?
Obat ini mencegah pelepasan zat yang menyebabkan peradangan, dan biasanya diresepkan untuk orang yang menderita alergi, masalah kulit, radang usus kronis dan radang sendi.
Obat ini bermanfaat bagi pasien Covid-19 karena memang berfungsi sebagai antiradang. Seperti kita ketahui, virus corona menyebabkan paru-paru menjadi meradang sehingga pasien Covid-19 kesulitan bernapas yang bisa menyebabkan kematian jika kasusnya parah.
Profesor Martin Landray, pemimpin penelitian di RECOVERY, dan rekan-rekannya merekomendasikan 400 pasien Covid-19 yang saat ini menggunakan ventilator di rumah sakit diberikan Dexamethasone.
" Dexamethasone adalah obat pertama yang meningkatkan kelangsungan hidup pasien Covid-19. Ini adalah hasil yang sangat bagus," kata Landray.
" Dexamethasone murah, tersedia banyak di pasaran, dan dapat segera digunakan untuk menyelamatkan nyawa di seluruh dunia," tambahnya.
Sumber: DailyStar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya