Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ngaku Kerja Di Keluarga Kerajaan Abu Dhabi, Buronan Nginap Di Hotel Mewah 4 Bulan Tanpa Bayar
Dream - Buronan berikut ini mungkin pantas disebut sebagai pria paling licik dalam hal penyamaran dan penipuan.
Bayangkan saja, hanya dengan mengaku bekerja di keluarga kerajaan Abu Dhabi, dia bisa tinggal gratis di hotel mewah selama empat bulan.
Mohammed Sharif, nama pria tersebut, berpura-pura menjadi penduduk Uni Emirat Arab dan pegawai keluarga kerajaan Abu Dhabi saat di India.
Kini polisi India mencari keberadaannya karena melarikan diri setelah menginap di Leela Palace Hotel Delhi selama lebih dari empat bulan tanpa membayar.
Tagihan yang harus dibayar Sharif kepada Leela Palace jumlahnya tidak main-main, mencapai 23.46 lakh rupee atau sekitar Rp435 juta.
Polisi telah menetapkan Sharif sebagai tersangka atas dugaan melakukan penipuan, pencurian, dan pemalsuan identitas.
Tidak hanya itu, Sharif juga disangka telah mencuri mencuri peralatan makan dari perak dan barang-barang berharga lainnya dari kamar hotel nomor 427.
Polisi mengatakan Sharif menginap di hotel bintang lima itu dari 1 Agustus hingga 20 November tahun lalu. Dia kemudian pergi tanpa memberi tahu siapa pun. Polisi Delhi saat ini sedang mencarinya.
Ketika check-in di hotel itu, Sharif mengaku sebagai penduduk UEA. Dia bahkan mengaku bekerja untuk Sheikh Falah Bin Zayed Al Nahyan dari keluarga kerajaan Abu Dhabi.
Waktu itu, Sharif mengatakan dia bekerja dengan Syekh secara pribadi, dan berada di India untuk urusan bisnis.
Sharif bahkan membagikan kartu nama, kartu penduduk UEA, dan dokumen lainnya untuk menunjang aksi penipuannya.
Untuk lebih meyakinkan dirinya, Sharif sering mengobrol dengan staf hotel tentang kehidupannya di UEA.
Setelah melakukan penyelidikan tentang Sharif, polisi yakin dokumen dan kartu-kartu itu semuanya palsu.
Polisi menambahkan tagihan yang harus dibayar Sharif seharusnya Rp435 juta. Tapi dia hanya menyerahkan Rp213 juta.
Setelah memberikan selembar cek kepada petugas hotel pada 20 November 2022 senilai Rp370 juta, Sharif segera menghilang tanpa membayar sisa tagihannya.
Sumber: India Times
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya