5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Konferensi Pers Pengungkapan Bisnis Kosmetik Ilegal Di Kediri (Merdeka.com)
Dream - Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya menetapkan perempuan berinisial KIL sebagai tersangka perdagangan kosmetik ilegal di Kediri, Jawa Timur. Praktik bisnis itu beromzet ratusan juta rupiah per bulan.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, menjelaskan terbongkarnya kasus ini bermula dari informasi masyarakat. Petugas kemudian mengembangkan penyelidikan.
" Kemudian dilakukan penelusuran terkait peredaran produk-produk kecantikan yang diduga ilegal," ujar Barung, dikutip dari Merdeka.com.
Barung mengatakan, wilayah edar produk ini tidak hanya Kediri dan Surabaya. Bisnis ini sudah merambah sejumlah kota besar seperti Jakarta, Medan, dan Makassar.
Berdasarkan hasil penelusuran, kata Barung, ditemukan rumah kecantikan yang memproduksi dan menjual kosmetik dengan merek Derma Skin Care (DSC). Rumah tersebut berlokasi di Kediri dan dikelola KIL.
" Tapi belum mendapatkan izin dari BPOM dan Dinas Kesehatan," ucap dia.
Produk kosmetik DSC terbuat dibuat secara oplosan dari sejumlah merek terkenal. Beberapa di antaranya seperti Mustika Ratu, Marck, Sabun Papaya, Viva Lotion, Vasseline, Sriti, dan lainnya.
" Kemudian oleh tersangka diberi merek DSC," ucap Barung.
Yang lebih mengejutkan, kosmetik ini ternyata pernah mengendorse sejumlah artis terkenal untuk promosi. Penyidik menyebut beberapa inisial artis yang pernah diendorse yaitu VV, NK, NR, DJ, KB.
Barung pun menjelaskan terbuka kemungkinan untuk pemanggilan sejumlah artis tersebut. Ini apabila penyidik memerlukan keterangan dari para artis itu.
KIL dijerat dengan Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita produk kecantikan ilegal bermerek DSC dari rumah KIL.
" Barang-barang ini kami sita dari rumah tersangka di Kediri. Selain itu, kami juga menyita peralatan untuk praktik kecantikan seperti infus dan lain sebagainya," kata Barung.
Direktur Reskrimsus Polda Jatim, Kombes Ahmad Yusep Gunawan, mengatakan tersangka sudah menjalankan bisnis kosmetik ilegal ini selama 2 tahun. Penjualan produk dilakukan secara online maupun langsung kepada pembeli.
" Omzetnya Rp300 jutaan per bulan," ucap Yusep.
(ism, Sumber: Merdeka.com/Moch. Andriansyah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?