Obama Izinkan 'Dua Serangan Udara' ke Irak

Reporter : Ismoko Widjaya
Sabtu, 9 Agustus 2014 17:30
Obama Izinkan 'Dua Serangan Udara' ke Irak
Obama juga menginstruksikan serangan udara ke pengepungan ISIS terhadap sekitar 40.000 tawanan dan anggota sebuah sekte Yazidi di Gunung Sinjar, dekat Mosul.

Dream - Presiden Amerika Serikat Barack Obama sudah memberi lampu hijau untuk melakukan 'dua serangan udara' di Irak. Satu serangan militer ditujukan untuk melindungi kepentingan AS di Irak. Sementara serangan lainnya berupa pengiriman bahan makanan dan air melalui udara kepada para pengungsi yang terjebak di puncak gunung di barat laut Irak.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Obama mengatakan ia telah lama memperingatkan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) agar tidak mengganggu kota strategis Erbil. Dengan pejuang ISIS mendekati kota tersebut pada Kamis lalu, Obama mengatakan ia telah menyetujui serangan kepada konvoi ISIS.

" Hari ini, Amerika akan datang untuk membantu," kata Obama dan menekankan bahwa pasukan AS tidak akan kembali ke Irak.

Obama juga menginstruksikan serangan udara ke pengepungan ISIS terhadap sekitar 40.000 orang Kristen dan anggota sebuah sekte agama Yazidi di Gunung Sinjar di dekat Mosul.

" Mereka adalah keluarga yang tidak bersalah. Mereka dihadapkan dengan pilihan - turun dan dibunuh atau tinggal dan perlahan-lahan mati karena kelaparan," katanya. " Kita siap bertanggung jawab untuk mencegah tindakan genosida tersebut."

Sebelumnya, upaya militer Irak untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi gagal. Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan kepada NBC News, sejumlah pesawat militer AS telah berhasil mengirim makanan dan air. Mereka berhasil keluar dengan aman dari wilayah konflik tanpa perlu ada tembakan.

Misi bantuan AS dilakukan dari beberapa pangkalan udara dengan didukung oleh satu pesawat C-17 dan dua pesawat angkut C-130, kata seorang pejabat pertahanan AS. Mereka dikawal oleh dua jet tempur F/A-18 Hornet.

Pesawat-pesawat tersebut menjatuhkan 56 bundel air minum segar dan 16 bundel yang terdiri dari 8.000 makanan siap makan. Proses pengiriman itu memakan waktu kurang dari 15 menit.

Duta Besar Irak untuk PBB, Mohamed Alhakim, sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahnya memiliki sumber daya yang sangat terbatas untuk membantu puluhan ribu pengungsi yang terkepung.

 

Beri Komentar