Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ekspresi Marah/ Foto: Pexels
DREAM.CO.ID - Setiap kali mengekspresikan perasaan, tubuh akan memberikan respon. Mulai dari bahagia, cemas, hingga marah. Sering marah-marah berdampak tak baik untuk kesehatan tubuh. Soalnya, mampu menurunkan fungsi jantung hingga paru-paru.
Marah bisa terjadi karena beberapa hal. Mulai dari latar belakang keluarga atau bisa jadi karena ketidakpuasan terhadap sesuatu. Dirangkum dari laman Bustle, ini dia yang akan terjadi pada tubuh jika kamu sering marah-marah. Simak ulasannya berikut ini.
Aktifnya Sinyal Peringatan Untuk Tubuh

Perasaan marah berdampak tak baik kepada tubuh. Meski begitu, kemarahan yang dirasakan tidak selalu buruk. Soalnya, rasa marah memiliki peran sebagai 'sinyal peringatan' dari tubuh bahwa sesuatu yang tak baik sedang terjadi.
Sosok Berbeda
Psikolog klinis, Dr. Joshua Klapow asal Amerika Serikat mengatakan bahwa banyak sekali yang terjadi kepada tubuh saat kamu sedang marah. Salah satunya menjadi orang yang sangat berbeda. Adrenalin menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh hingga membuat kamu jadi lebih kuat dan gesit dalam bertindak.

Napas Memendek
Saat marah, detak jantung akan meningkat serta memompa darah secara maksimal ke kepala. Maka dari itu, saat marah wajah akan memerah dan membuat napas menjadi lebih pendek.
Fokus Tunggal
Kemampuan untuk memproses informasi komplek menurun saat marah. Biasanya, orang yang sedang marah sulit untuk memahami, mendengar, atau menafsirkan orang lain. Mereka hanya fokus pada satu hal yakni pemicu kemarahannya saja.
Pencernaan Melambat
Marah juga memperlambat kerja sistem pencernaan. Soalnya, saat kamu marah, tubuh memutuskan bahwa saat ini bukan waktunya untuk mencerna.
Pikun Mendadak
Konselor bernama Rebecca Frank MA, LPCC, NCC dari Courage to Connect Counseling AS mengatakan, kemarahan dapat menyebabkan banyak hormon lepas dari otak, termasuk kortisol. Peningkatan kortisol ini rupanya bisa membunuh neuron di hipokampus yang menjadi wilayah orak untuk menyimpan ingatan.

Bergetar
Kemarahan yang terjadi pada seseorang akan membuat suhu tubuh meningkat. Oleh karena itu, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat guna menetralkan kenaikan suhu. Selain itu, tubuh juga akan bergetar karena adanya ketegangan pada otot.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya