6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (FOTO: Unsplash.com)
DREAM.CO.ID - Setelah sesi olahraga yang menantang, tubuh pasti terasa lega sekaligus berkeringat. Siapa sih yang nggak tergoda langsung meluncur ke kamar mandi? Meski menggoda, ternyata pilihan waktu mandi dan cara yang tepat sangat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan—khususnya dalam proses pemulihan tubuh.

Sebelum basah-basahan, tubuh membutuhkan waktu cool-down. Dokter dan fisioterapis umumnya menyarankan jeda sekitar 15–30 menit setelah selesai olahraga—jadi kamu bisa menurunkan detak jantung dan suhu tubuh secara bertahap.
Kasus nyata yang terjadi menunjukkan apa yang bisa terjadi jika mandi langsung setelah olahraga—seorang pria berusia 24 tahun hampir meninggal setelah terjun ke shower panas langsung setelah latihan intens; tekanan darahnya drop drastis hingga membuatnya tak sadarkan diri.
Saat akhirnya mandi, mulai dengan air hangat atau suam-suam kuku. Hal ini membantu meredakan otot yang tegang dan menenangkan tubuh yang masih memulihkan diri.
Setelah tubuh mulai stabil, rampungkan dengan air dingin—atau berganti antara hangat dan dingin (contrast shower). Teknik ini mampu meningkatkan pemulihan otot, mengurangi peradangan ringan, dan menambah kesegaran.
Mandi setelah berolahraga bukan cuma soal nyaman—tetapi juga penting untuk kebersihan dan kesehatan kulit. Menunda terlalu lama mandi bisa menyebabkan pori-pori tersumbat, jerawat, bahkan infeksi kulit.
Dermatolog menyarankan untuk mandi dalam waktu 30 menit setelah latihan agar keringat dan bakteri tidak menumpuk—apalagi di area yang mudah berkeringat seperti punggung, dada, dan bahu.
| Tahap | Waktu Diterapkan | Manfaat |
|---|---|---|
| Cool-down | 15–30 menit setelah olahraga | Turunkan detak jantung & suhu |
| Mandi hangat | Setelah tubuh mulai stabil | Melembutkan otot & sirkulasi |
| Akhiri dengan air dingin | 1–2 menit terakhir | Reduced inflamasi, segarkan otot |
| Mandi keseluruhan | Idealnya dalam 30 menit | Jaga kesehatan kulit |
Kalau kamu benar-benar nggak bisa mandi usai olahraga, masih ada tips untuk tetap bersih sementara:
Keringkan tubuh dengan handuk bersih, khususnya di area ketiak dan punggung.
Gunakan tisu antibakteri di area tubuh yang berkeringat.
Ganti pakaian basah dengan yang kering dan nyaman.
Mandi setelah olahraga bukan cuma soal kesegaran—tapi juga soal pemulihan dan keamanan tubuh. Ingat:
Beri jeda sekitar 15–30 menit untuk cool-down.
Mulai mandi dengan air hangat, lalu tutup dengan air dingin.
Mandi dalam 30 menit supaya kulit bebas dari keringat dan bakteri.
Jika tidak bisa mandi segera, minimal lakukan penyegaran dengan handuk atau wipes.
Dengan langkah sederhana ini, kamu bisa menjaga tubuh tetap sehat, segar, dan siap untuk sesi latihan berikutnya!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
