Ormas Pemecah Belah Tanah Air, Kapolda Metro: Tak Ada Gigi Mundur!

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 11 Desember 2020 15:03
Ormas Pemecah Belah Tanah Air, Kapolda Metro: Tak Ada Gigi Mundur!
"Tidak ada gigi mundur. Ini harus kita selesaikan"

Dream - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran menegaskan, tak segan menindak ormas-ormas yang berperilaku sewenang-wenang melakukan pelanggaran pidana. Menurut dia, semua orang sama di mata hukum.

" Saya harus melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap model seperti ini. Tidak ada gigi mundur. Ini harus kita selesaikan," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 11 November 2020.

Tindak pidana yang dimaksud Fadil yakni seperti hate speech, penghasutan, dan menebarkan berita bohong secara berulang. 

Fadil mengatakan Polda Metro Jaya akan menangkap dan memproses hukum kelompok atau siapapun yang melakukan tindak pidana.

Lebih lanjut ia menjelaskan, negara ini butuh keteraturan sosial, ketertiban sosial. " Adalah tugas Kapolda untuk menjamin ketertiban dan keteraturan sosial tersebut," ucap mantan Kapolda Jatim ini.

Fadil menekankan dibutuhkan ketegasan dalam memberantas ormas-ormas yang melakukan pelanggaran hukum agar masyarakat merasa aman dan nyaman. Kemudian, Fadil menambahkan iklim investasi pun bisa hidup.

" Pembangunan ekonomi ini butuh kepastian hukum, butuh keteraturan, butuh ketertiban supaya investasi bisa datang. Jadi hukum harus ditegakkan," terang mantan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri yang pernah mengungkap sindikat Saracen serta Muslim Cyber Army (MCA) ini. 

1 dari 2 halaman

Soal HRS Jadi Tersangka

Sebelumnya, pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Penetapan ini terkait kerumunan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri dari Rizieq Shihab, Syarifah Najwa di Petamburan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan Selain Rizieq, polisi menetapkan lima tersangka lain. Lima tersangka dikenakan pasal Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Sementara Rizieq dijerat dengan Pasal 160 KHUP dan Pasal 216 KUHP.

Yusri menerangkan, penetapan tersangka merupakan hasil kesepakatan dari penyidik setelah merampungkan gelar perkara pada Selasa, 8 Desember 2020 kemarin.

" Ada enam yang ditetapkan sebagai tersangka pertama penyelenggara saudara MRS, kedua ketua panitia HU, sekretaris panitia A, MS penanggung jawab, SL penanggung jawab acara, dan HI kepala seksi acara," kata dia di Polda Metro Jaya, Kamis 10 Desember 2020.

2 dari 2 halaman

Rizieq Abai Protokol Kesehatan

Sejumlah kegiatan yang dihadiri oleh Rizieq Shihab dinilai mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kegiatan yang dimaksud yakni peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Syariah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselingi akad nikah putri dari Rizieq Shihab, Syarifah Najwa.

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis bahkan langsung merotasi Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi dari jabatannya karena dituding tak tegas menegakkan aturan protokol kesehatan hingga menimbulkan kerumunan.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami dugaan pelanggaran protokol tersebut.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar