Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi 3 Perawat Yang Hanya Mengenakan Kantong Plastik Sampah Sebagai APD (foto: Mirror.co.uk)
Dream – Keterbatasan Alat Pelindung Diri atau APD di saat mengatasi para pasien positif virus corona bagi para tenaga medis memang memprihatinkan.
Cerita memprihatinkan pun datang dari tiga perawat di London, Inggris. Mereka tidak mengenakan baju hazmat, namun hanya menggunakan kantong plastik sampah sebagai APD.
Dokter dan perawat yang menjadi garda terdepan penanganan pasien COVID-19 harus diperhatikan.
Namun, keterbatasan APD membuat para dokter dan perawat terpaksa menggunakan APD seadanya. Padahal mereka sangat rentan tertular virus corona.
Seperti yang terjadi di rumah sakit Northwick di Harrow, London Utara, dalam sebuah foto para perawat terlihat mengenakan peralatan seadanya yaitu kantong plastik sampah, karena lonjakan pasien virus corona.
Melansir dari Mirror, tiga perawat itu dinyatakan positif virus corona. Dan sebelumnya, mereka sempat berpose dengan APD seadanya.
Mereka tidak menggunakan baju hazmat di saat melayani pasien virus corona, namun mereka mengenakan kantong plastik sampah sebagai ganti sarung kaki, sarung tangan dan penutup kepala.
Foto ketiga peawat itu viral pada bulan Maret lalu. Kemudian usai menjalani tes di pusat pemeriksaan di North London, mereka dinyatakan positif COVID-19.
Kemudian rumah sakit pun akhirnya memberikan pernyataan insiden kritis, sehubungan dengan kapasitas perawatan kritis di Northwick Park Hospital sudah tidak memadai. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah pasien positif COVID-19.
Pihak rumah sakit menyebut, sudah tidak memiliki ruang yang cukup untuk pasien kritis yang membutuhkan perawatan intensif.
Rumah sakit berusaha menghubungi mitranya di sektor Londo Barat Laut untuk membantu dengan cara transfer pasien.
Selain itu, kondisi APD untuk para pekerja medis kondisinya memang semakin menipis di seluruh dunia. Bahkan para pekerja medis tersebut berusaha sendiri untuk melengkapi APD mereka masing-masing.
Karena pihak rumah sakit tidak menyediakan secara cukup dengan lonjakan pasien yang semakin banyak. Bahkan beberapa pekerja medis juga membeli sendiri boots, dan kelengkapan pelindung diri lainnya.
Seorang dokter di rumah sakit Northwick juga mengungkapkan kondisi di rumah sakit yang sangat memprihatinkan. Bahkan rumah sakit sudah mengalami kelebihan kapasitas pasien.
Hal itu sudah dibenarkan oleh juru bicara London North West University Healthcare NHS Trust. Sehingga, banyak para pekerja medis yang menangani pasien COVID-19 didiagnosis positif virus corona.
Kondisi semacam ini memang sangat disayangkan. Padahal pihak rumah sakit menyediakan bantuan penuh kepada para pasien, namun mereka juga harus mengorbankan para pekerja medisnya justru malah tertular virus corona.
Mari kita berikan dukungan penuh kepada para pekerja medis untuk terus menjaga keamanan mereka juga. Karena mereka rentan tertular virus.
Selain menjaga kesehatan pasien, para dokter dan perawat juga perlu menjaga kesehatan dan keamanan mereka sendiri. Pihak rumah sakit manapun sebaiknya menerapkan hal ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya