Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
Sumber: Shutterstock
Dream - Suara dentuman menggegerkan masyarakat DKI Jakarta hingga Depok, Bogor dan Bekasi pada Sabtu dini hari, 11 April 2020. Pagi harinya, viral sejumlah isu yang mengaitkannya dengan proses erupsi sejumlah gunung seperti Anak Krakatau dan Gunung Merapi.
Belakangan, muncul isu lain yang menyebut dentuman tersebut terjadi akibat adanya asteroid yang melintasi bumi. Kabar itu tersebar melalui aplikasi percakapan WhatsApp.
Berikut bunyi pesan tersebut.
Terjawab sudah, yg dengar atau merasakan dentuman suara bagai bom nuklir di atas langit Jkt sltn,depok, bogor, lt agung BSD tangerang dsk.. ternyata ini sdh diingatkan oleh NASA. Jadi tdk ada hubungannya dg letusan AnakKrakatau.
Si pembuat pesan juga mencantumkan artikel dari media Inggris The Sun yang memuat laporan ada empat asteroid sedang melewati bumi. Artikel tersebut dijadikan penguat bunyi dentuman bisa muncul akibat asteroid.
Tetapi, argumen dalam pesan tersebut dimentahkan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN). Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, menyatakan tidak logis suara dentuman bisa terjadi karena asteroid.
" Asteroid yang lewat jaraknya sangat jauh, lebih jauh dari jarak bumi-bulan. Kemarin tidak ada asteroid jatuh di Indonesia. Jadi tidak ada kaitan suara dentuman dengan asteroid," kata Djamal.
Djamal menyatakan isi pesan yang beredar di masyarakat lewat WhatsApp tersebut tidaklah benar. Dia menjamin kabar tersebut adalah bohong atau hoaks.
" Berita yang mengaitkan suara dentuman dengan asteroid pasti hoaks," kata dia.
Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia
Dream - Misteri dentuman yang mengegerkan masyarakat Jabodetabek pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari tadi, belum terpecahkan. Minimnya informasi yang didapat, hanya memunculkan berbagai spekulasi.
Ahli Laboratorium Bumi dan Antariksa Departemen Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia, Judhistira Aria Utama menduga, suara dentuman itu berasal dari longsor bawah tanah.
Apa yang mendasari dugaan itu?
" Suaranya terdengar dari dalam bumi seperti suara meriam dan berulang meski tidak ajeg jeda waktunya. Boleh jadi bersumber dari longsoran bawah tanah. Longsoran yang dipicu deformasi batuan yang melampaui batas elastisitas batuan akan disertai pelepasan energi yang terdengar sebagai suara dentuman," kata Judhistira dalam keterangannya dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 11 April 2020.
Namun ia belum bisa memastikan dentuman tersebut berasal dari daerah mana.
" Faktanya, PVMBG dan BMKG juga sudah membantah kemungkinan dari gempa (tidak ada gempa kekuatan besar yang sedang terjadi) maupun letusan gunung api (tidak terdapat laporan suara dentuman dari pos pengamatan gunungapi yang sedang erupsi)," tutur Judhistira.
Judhistira juga tidak sependapat apabila dentuman berasal dari peristiwa atmosferik yang terjadi di atmosfer. Ia menjelaskan, tidak ada masyarakat yang melaporkan melihat benda terbang dengan kecepatan suara.
" Bila diasumsikan sumber dentuman dari peristiwa atmosferik faktanya tidak ada yang melihat benda terbang yang sedang bergerak dengan kecepatan suara. Demikian pula tidak ada saksi mata yang melihat adanya meteor besar yang disebut fireball atau bollide," ujar Judhistira.
Judhistira mengaku belum mendapat konfirmasi dari pihak militer apakah ada kegiatan pelatihan pada malam lalu atau tidak.
" Pihak militer juga belum mengonfirmasi ada atau tidaknya latihan bersenjata," tutup dia.
Saat Merdeka.com mencoba menghubungi, TNI pun belum mengonfirmasi ada atau tidaknya latihan pada Jumat 10 April malam kemarin hingga Sabtu dini hari yang berpotensi menyebabkan dentuman.
Sumber: Merdeka.com/Nur Habibie
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya