Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sir Patrick Vallance (Foto : Daily Star)
Dream - Seorang Kepala Penasihat Ilmu Pengetahuan Britania Raya, Sir Patrick Vallance, mengatakan bahwa virus corona mungkin tidak akan pernah hilang. Dia juga menyebut vaksin tidak akan menghentikan virus tersebut sepenuhnya.
Dilansir Daily Star, dalam pemaparannya terhadap anggota House of Lords, Dewan Bangsawan Britania Raya, Sir Patrick mengatakan bahwa virus corona suatu hari nanti akan menjadi seperti flu dan mewabah setiap tahunnya. Dia juga memeringatkan bahwa hanya satu penyakit yang pernah diberantas sepenuhnya, yakni cacar.
Dalam kesempatan yang sama, Sir Patrick menekankan bahwa vaksin tidak akan bisa menghilangkan virus corona. Ia meminta agar para menteri dan ahli berhenti menjanjikan masyarakat terkait prospek vaksin dan kemungkinan pendistribusiannya.
" Saya pikir tidak mungkin kita akan berakhir dengan vaksin yang benar-benar mensterilkan, yang benar-benar menghentikan infeksi. Kemungkinan penyakit ini akan beredar dan menjadi endemik,” ujar Sir Patrick Vallance dalam pertemuan Komite Strategi Keamanan Nasional Lords.
Pernyataan ini sejalan dengan penjelasan yang diberikan oleh rekannya, Profesor Chris Whitty, yang menyebutkan bahwa Covid-19 akan menjadi pertarungan yang sangat panjang. Ia mengklaim bahwa dirinya bukan satu-satunya ahli yang berpandangan demikian.
“ Itu pemikiran terbaik saya, dan saya pikir banyak yang satu pandangan dengan saya di SAGE, di mana hal itu (endemik) adalah hal yang mungkin,” tutur Patrick.

Meski demikian, Patrick tidak memungkiri bahwa vaksin dapat mengurangi kemungkinan infeksi dan tingkat keparahan penyakit. Namun, ia percaya bahwa nantinya virus corona ini akan seperti flu tahunan.
“ Itu mungkin arah yang pada akhirnya kita tuju,” ujarnya.
Sir Patrick menjelaskan bahwa vaksin flu, misalnya, tidak sempurna menghilangkan virus, tetapi mengurangi risiko penderita mengalami gejala yang parah ketika tertular.
Menurut penuturannya, flu sulit untuk dikendalikan karena virusnya bermutasi dengan cepat, kadang dalam setahun bisa menginfeksi lebih dari sekali, yang berarti vaksin yang diberikan tidak bertahan lama. Melihat fenomena virus endemik ini, Patrick meyakini bahwa Covid-19 pun akan bernasib sama.

Sir Patrick mengingatkan, dalam beberapa bulan ke depan akan terjawab jelas apakah ada vaksin yang benar-benar melindungi, dan berapa lama.
“ Dan kita akan mengetahuinya dalam beberapa bulan mendatang. Dan pada saat itu kita juga akan memiliki beberapa gagasan yang lebih jelas tentang profil keamanan vaksin ini dan dari sana dapat mulai melihat strategi vaksinasi yang masuk akal,” ujarnya.
Akan tetapi, ia menambahkan bahwa ada secercah harapan bahwa virus corona tidak akan bermutasi secepat virus endemik yang sudah ada. Ia pun memaparkan bahwa ada kemungkinan orang-orang dapat mengembangkan kekebalan jangka panjang terhadap virus corona ini.

Untuk diketahui virus endemik adalah virus yang bersirkulasi secara konstan dan tidak pernah hilang sama sekali. Contoh penyakit yang disebabkan virus endemik ini antara lain flu biasa, HIV, cacar air, herpes simpleks, dan malaria,
Penyakit-penyakit tersebut telah memiliki perawatan serta cara agar tidak menular kepada orang lain, tetapi virus tersebut tidak dapat sepenuhnya dimusnahkan karena telah tersebar luas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya