Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Liputan6.com)
Dream - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali berunjuk rasa menentang RUU Cipta Kerja, Selasa 20 Oktober 2020.
Koordinator BEM SI, Remy Hastian mengatakan, mereka mendesak Presiden Joko Widodo segera membatalkan RUU Cipta Kerja.
Aksi yang bertepatan dengan setahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin itu akan berlangsung di depan Istana Negara pada pukul 13.00 WIB.
" Aksi akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 13.00 WIB dengan estimasi massa aksi sebanyak 5.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia," kata Remy dalam keterangannya.
Selain aksi RUU Cipta Kerja, Remy mengatakan bahwa mahasiswa juga bakal menyatakan mosi tak percaya kepada pemerintah dan DPR yang dianggap tak berpihak kepada rakyat.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana, menegaskan tak mengeluarkan izin. Polisi beralasan masih ada bahaya pandemi Covid-19.
" Selama masih dalam situasi bahaya Covid-19, kita tidak akan mengeluarkan surat tanda terima pemberitahuan (STTP)," kata Nana, Senin kemarin.
Menurut dia, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, masyarakat bisa membatalkan niat melakukan aksi demonstrasi tersebut. Nanan menegaskan, lebih baik menunjuk perwakilan untuk bermediasi dengan pihak-pihak terkait.
" Kalau memang bertemu dengan siapa kami mediasi, cukup perwakilan saja. Ini situasi masih pandemi, ini sangat berbahaya, karena ada dua kemungkinan pertama sembuh, kedua lewat," ucap dia.
Meski demikian, Nana menyatakan aparat keamanan siap mengawal jika massa tetap melakukan unjuk rasa. Dia meminta agar aksi unjuk rasa berlangsung dengan damai.
" Kami dari Polda Metro Jaya selama ini dibackup Mabes Polri bersama TNI siap mengerahkan anggota untuk mengamankan demo, itu kita harapkan demo damai, pedemo mengikuti aturan demo," ucap dia.
Sumber: Liputan6.com
Dream - Unjuk rasa terkait UU Cipta Kerja terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Demonstran tentunya butuh asupan makanan agar kuat menyalurkan aspirasinya. Berada di tengah demonstrasi, seorang pedagang tahu bulat laris manis.
Sebuah video diunggah oleh presenter @imam_wibowo di akun Twitternya. Dalam video tersebut tampak penjual tahu di mobil berhenti di depan bundaran Hotel Indonesia (HI). Si penjual juga menyetel pengeras suara khas Tahu Bulat.
Abang tahu tersebut dikerumuni pembeli yang tampaknya sudah kelaparan karena demonstrasi sejak pagi. Tak gentar meski ada asap membumbung di area berjualan, si penjual terus menggoreng dan melayani pembeli.
Tim tahu bulat digoreng dadakan ini tampaknya ingin memberi dukungan pada para pengunjuk rasa. Nyalinya besar! Lihat saja videonya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya