Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kementerian Kesehatan mengungkapkan total pengadaan dosis vaksin Covid-19 yang sedang dipersiapkan sampai akhir tahun ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 9,1 juta orang. Jutaan vaksin tersebut berasal dari produsen seperti Sinovac, Sinopharm dan Cansino.
Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr. Achmad Yurianto menjelaskan, pengadaan vaksin Covid-19 yang didatangkan dari Sinovac dan Sinopharm merupakan vaksin yang sudah bisa langsung dipakai. Artinya vaksin itu tak perlu lagi proses di Bio Farma.
Rencananya pengadaan vaksin Sinovac sudah bisa terpenuhi bulan depan sebanyak 1,5 juta dosis. Selanjutnya pada Desember direncanakan tambahan pasokan sebanyak 1,5 juta dosis.
" Dua kali pengiriman bisa untuk 1,5 juta orang," jelas dr Achmad Yurianto dalam virtual konferensi pers, Senin 19 Oktober 2020.
dr Yuri menjelaskan, pemberian vaksin Covid-19 Sinovac dan Sinopharm harus dilakukan sebanyak dua kali suntikan.
Mekanismenya, seseorang akan diberikan vaksin kedua setelah 14 hari penyuntikan pertama.
" Sinopharm sudah memberikan komitmen. Desember nanti akan mengirimkan 15 juta dosis, artinya kalau penyuntikan dua kali bisa digunakan untuk 7,5 juta orang," lanjut Yuri.
Terkait Sinopharm, vaksin ini sudah dilakukan uji klinis di Uni Emirat Arab dan Turki. Di negeri asalnya, China, vaksin Sinopharm digunakan untuk tenag akesehatan mereka dan sudah mendapatkan izin dari lembaga mirip BPOM China.
Otoritasi juga sudah diberikan oleh UEA yang juga mengecek kehalalannya. " Inilah yang kita minta data sharringnya," ujar Yuri.
Sementara untuk vaksin Cansino, pemerintah siap menyediakan sebanyak 100 ribu dosis. Berbeda dengan Sinovac, pemberian vaksin ini bisa dilakukan hanya satu dosis karena format yang berbeda.
Dengan total ketersediaan vaksin dari tiga produsen tersebut, pemerintah berharap bisa memberikan vaksinasi kepada 9,1 juta orang di Indonesia.
Untuk pemberian vaksin dari pengadaan perusahaan di luar negeri ini akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan dan pelayan publik terlebih dahulu.
" Kepastian ketersediaan masih akan sangat tergantung emergency use authority yang dikeluarkan BPOM dan rekomendasi kehalalan dari Kementerian Agama dan MUI," kata Yuri yang berharap minggu pertama Oktober sudah ada kepastian tentang keamanan vaksin tersebut.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan vaksinasi, terutama yang berkaitan dengan Covid-19, sudah sesuai dengan ajaran Islam. Vaksin yang akan disuntikkan kepada ribuan orang juga sudah melalui beberapa tahapan uji klinis.
Ma'ruf mengatakan tujuan diturunkannya ajaran Islam (maqashid asy syariah) mencakup lima hal. Kelima hal tersebut yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga keturunan dan menjaga akal.
" Dari 5 ini, dalam kondisi yang normal, menjaga agama itu nomor satu. Nomor dua menjaga jiwa atau hifdzun nafs. Tapi dalam keadaan yang tidak normal seperti masalah pandemi, menjaga keselamatan jiwa menurut syariat itu nomor satu. Karena menjaga jiwa tidak ada alternatifnya, tidak bisa digantikan yang lainnya. Maka harus diutamakan," ujar Ma'ruf.
Menurut Ma'ruf, vaksinasi merupakan upaya preventif atau pencegahan. Sementara, umat Islam diharuskan mempersiapkan lima hal dalam hidup, salah satunya kesehatan.
" Nah ini kan preventif, ada perintah agama supaya kita menjaga kesehatan. Jadi masa sehat harus kita persiapkan mencegah terjadinya sakit. Jadi itu dalil imunisasi," kata Ma'ruf.
Pemerintah telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin. Tim yang terdiri dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bersama Kementerian Kesehatan bertugas melakukan penyiapan, pendayagunaan, peningkatan kapasitas serta kemampuan nasional dalam mengembangkan vaksin Merah Putih.
Ma'ruf pun meminta dukungan masyarakat kepada pemerintah untuk semua tahapan persiapan hingga pelaksaanaan vaksinasi. Masyarakat juga diharapkan tidak terpengaruh berita-berita bohong yang disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
" Masyarakat bisa mengikuti informasi-informasi melalui keterangan resmi yang disampaikan pemerintah. Jangan percaya informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya," ucap Ma'ruf, dikutip dari Covid19.go.id.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya