Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wakil Presiden Ma'ruf Amin
Dream - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan vaksinasi, terutama yang berkaitan dengan Covid-19, sudah sesuai dengan ajaran Islam. Vaksin yang akan disuntikkan kepada ribuan orang juga sudah melalui beberapa tahapan uji klinis.
Ma'ruf mengatakan tujuan diturunkannya ajaran Islam (maqashid asy syariah) mencakup lima hal. Kelima hal tersebut yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga keturunan dan menjaga akal.
" Dari 5 ini, dalam kondisi yang normal, menjaga agama itu nomor satu. Nomor dua menjaga jiwa atau hifdzun nafs. Tapi dalam keadaan yang tidak normal seperti masalah pandemi, menjaga keselamatan jiwa menurut syariat itu nomor satu. Karena menjaga jiwa tidak ada alternatifnya, tidak bisa digantikan yang lainnya. Maka harus diutamakan," ujar Ma'ruf.
Menurut Ma'ruf, vaksinasi merupakan upaya preventif atau pencegahan. Sementara, umat Islam diharuskan mempersiapkan lima hal dalam hidup, salah satunya kesehatan.
" Nah ini kan preventif, ada perintah agama supaya kita menjaga kesehatan. Jadi masa sehat harus kita persiapkan mencegah terjadinya sakit. Jadi itu dalil imunisasi," kata Ma'ruf.
Pemerintah telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin. Tim yang terdiri dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bersama Kementerian Kesehatan bertugas melakukan penyiapan, pendayagunaan, peningkatan kapasitas serta kemampuan nasional dalam mengembangkan vaksin Merah Putih.
Ma'ruf pun meminta dukungan masyarakat kepada pemerintah untuk semua tahapan persiapan hingga pelaksaanaan vaksinasi. Masyarakat juga diharapkan tidak terpengaruh berita-berita bohong yang disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
" Masyarakat bisa mengikuti informasi-informasi melalui keterangan resmi yang disampaikan pemerintah. Jangan percaya informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya," ucap Ma'ruf, dikutip dari Covid19.go.id.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Tim peneliti Imperial College London (ICL) berencana menjalani uji klinis tahap III vaksin Covac di Indonesia. Covac merupakan vaksin yang ditemukan pimpinan ICL, Profesor Robbin Shattock.
Vaksin yang dikembangkan ICL berbasis strand kode genetik RNA sintesis. Pengembangannya menggunakan teknologi self-amplifying RNA (saRNA).
Rencana ini disampaikan ICL ketika berdiskusi secara virtual dengan para peneliti Indonesia dipimpin Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Slamet. Diskusi ini merupakan tindak lanjut penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Kementerian Kesehatan dengan ICL dan VacEquity Global Health Ltd (VGH) untuk pengembangan vaksin Covid-19 melalui uji klinis bersama.
" Indonesia menyambut baik kerja sama uji klinis fase III dengan ICL sebagai upaya untuk menanggulangi pandemi Covid-19," ujar Slamet.
Slamet berharap uji klinis dapat dilaksanakan paling lambat awal 2021. Ini mempertimbangkan rencana pemerintah Indonesia yang akan melaksanakan vaksinasi massal mulai 2021.
Dalam diskusi tersebut, Shattock menyampaikan paparan hasil uji klinis vaksin Covac tahap I dan II. Sebanyak 340 relawan dilibatkan dalam dua tahap uji klinis tersebut untuk mengetahui aspek keamanan dan kemampuan vaksin menginduksi respon imun tubuh.
Selain itu, Shattock menyebutkan vaksin berbahan RNA sintesis ini lebih efektif. Mengingat 1 liter RNA sintesis dapat menghasilkan 5 juta dosis.
Kepala Litbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Irmansyah, menyampaikan gambaran singkat layanan kesehatan di Indonesia. Di Juga faktor strategis Indonesia untuk uji klinis, prosedur pelaksanaan, serta beberapa contoh pengalaman uji klinis.
Diskusi tersebut menghasilkan kesepakatan untuk penyempurnaan protokol yang diharapkan dapat menjadi panduan dalam pelaksanaan uji klinis tahap III, dikutip dari Kemkes.go.id.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya