Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pandemi Ubah Cara Belajar dengan Drastis, Dampaknya Tak Selalu Buruk

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 19 Oktober 2020 15:50
Pandemi Ubah Cara Belajar dengan Drastis, Dampaknya Tak Selalu Buruk
Profesor Arief Rachman mengungkap sisi positif dari belajar jarak jauh saat pandemi.

Dream - Sejak Maret 2020, seluruh pelajar/ mahasiswa mulai dari tingkat TK hingga Perguruan Tinggi, belajar dari rumah karena pandemi Covid-19. Berkumpul dalam ruang kelas yang tertutup akan sangat berisiko bagi anak-anak tertular Covid-19, sehingga keputusan untuk belajar jarak jauh masih diberlakukan hingga saat ini.

Berbagai macam permasalahan muncul dengan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Seperti sumber daya yang tak siap, di mana para guru dan murid yang masih belum bisa memanfaatkan teknologi belajar jarak jauh dengan baik. Hal yang juga paling mendasar adalah, insfrastruktur yang tak mendukung. Masih banyak murid dan pelajar yang tak memiliki ponsel atau laptop.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun akhirnya menerapkan kurikulum darurat di mana sekolah dan guru tak dibebani materi yang banyak dan lebih fleksibel dalam memberikan materi pelajaran. Ujian Nasional juga dibatalkan.

Dalam kondisi seperti ini, menurut Profesor Arief Rachman pakar pendidikan yang juga Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco, dalam Bincang Editor bertema 'Potret Pendidikan Indonesia di Masa Pandemi' hari ini 19 Oktober 2020 di @vidiodotcom mengungkap kalau kondisi seperti sekarang memang tidak ideal tapi tak selalu buruk.

" Kita punya beberapa masalah yang muncul, tapi dampak positifnya juga ada. Seperti kini banyak sekali situ belajar online yang bisa diakses peserta didik untuk memperdalam materi. Webinar zoom bisa dipantau oleh orangtua," kata Prof Arief.

 

1 dari 5 halaman

Orangtua pun bisa langsung mendampingi anak-anaknya saat belajar di rumah. Saat ini memang orangtua memegang peranan utama demi memastikan buah hati mendapatkan pendidikan meski di rumah saja.

Miliki rutinitas, tetapi fleksibel

Ia juga menyoroti para siswa yang kini bisa belajar dari mana saja dan justru membuat wawasannya bertambah luas. Termasuk mempelajari teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran.

 

2 dari 5 halaman

" Hal yang penting dalam pendidikan itu adalah suasana belajar, mau si sekolah di kebun, di taman, yang penting bisa mengembangkan spiritual, kepribadian, keterampilan," pesan Prof Arief.

Penerapan PJJ artinya kesehatan anak-anak dan para siswa serta mahasiswa adalah prioritas. Demi menjaga kesehatan anak-anak, pastikan selalu menjalankan protokol kesehatan selama pandemi, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 5 halaman

Seberapa Efektif Jaga Jarak Kurangi Risiko Tertular Covid-19? Yuk Simak

Dream - Salah satu protokol kesehatan yang selalu digaungkan demi mencegah penularan Covid-19 saat berada di ruang publik adalah selalu menjaga jarak atau social distancing. Jarak yang dianjurkan antara 1 hingga 2 meter.

Social distancing harus dilakukan bersamaan dengan mengenakan masker dan mencuci tangan pakai sabun selama 20 detik. Mungkin Sahabat Dream bertanya-tanya, seberapa efektifkah jaga jarak mencegah penularan Covid-19?

Seberapa Efektif Jaga Jarak Kurangi Risiko Tertular Covid-19? Yuk Simak

Penting diketahui kalau Covid-19 menyebar terutama di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat untuk waktu yang lama. Penyebaran terjadi ketika orang yang terinfeksi virus tersebut batuk, bersin, atau berbicara.

Percikan (droplet) baik dari mulut atau hidung terbang ke udara dan mendarat di mulut atau hidung orang di sekitarnya. Tetesan juga bisa dihirup ke paru-paru. Dikutip dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention/ Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat, studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi tetapi tidak memiliki gejala kemungkinan besar juga berperan dalam penyebaran COVID-19.

 

 

4 dari 5 halaman

Hal itu membuat orang terinfeksi dan tak ada keluhan dapat menyebarkan virus sebelum mereka tahu bahwa mereka sakit. Untuk itu sangat penting untuk menjaga jarak setidaknya 1,5 meter.

Jaga jarak juga harus diterapkan pada orang yang dikenal dekat dan tampak sehat. Pasalnya, kita tak bisa mengetahui kondisi orang positif Covid-19 secara kasat mata. Pencegahan adalah yang utama.

 

5 dari 5 halaman

Jarak sosial juga membantu meminimalisir risiko untuk bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi dan orang yang terinfeksi di luar rumah. Paling aman, hindari kerumunan atau tempat ramai.

Bila terpaksa ke area yang ramai, usahakan untuk menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain setiap saat, dan kenakan masker. Masker sangat penting pada saat jarak fisik sulit dilakukan.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID-19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

Beri Komentar