5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Pengelola RPTRA Sungai Bambu Sedang Memanen Kangkung (jakartaasoy.com)
Dream - Mungkin banyak yang mengira tanah di Jakarta sudah tidak subur lagi. Ya, paling tidak, sudah tak ada lagi lahan yang memadai untuk pertanian.
Potret masyarakat Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara ini tampaknya bisa membantah anggapan itu. Masyarakat di sana ternyata baru saja merasakan hasil pertanian mereka, panen kangkung.
Hal yang banyak dianggap orang mustahil, ternyata bisa terjadi. Hal ini dialami sendiri oleh seorang blogger, Tommy Bernadus.
Setiap hari, Tommy pergi dari kostnya di Tanjung Priok menuju tempat kerjanya di Sunter menggunakan sepeda motor. Jika lewat jalur utama, Tommy harus merasakan kemacetan parah.

Karena persoalan itu, Tommy punya rute sendiri. Dia selalu melewati jalan alternatif, terhubung dengan Ruang Pertemuan Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Sungai Bambu yang dibangun di kolong Tol Dalam Kota Jakarta.
Tommy kerap beraktivitas di RPTRA ini. Sehingga beberapa warga sudah mengenal dia.
Suatu hari sepulang kerja, Tommy melihat ada sekelompok ibu-ibu sedang berkumpul di ruang serbaguna. Penasaran dengan hal itu, Tommy memarkir motornya dan mencari tahu ada kegiatan apa di RPTRA itu.
Dia menuju ruang pengelola untuk bertanya sedang ada acara apa. Sebelum masuk ke ruangan, Tommy bertemu dengan Tumiyanti, salah seorang pengelola yang sudah mengenalnya.
Belum sempat bertanya, Tum langsung mengajak Tommy menuju belakang RPTRA. " Ayo panen kangkung di belakang RPTRA," kata Tum seperti diceritakan Tommy.

Tommy pun memilih ikut Tum ke belakang RPTRA. Sesampai di sana, kangkung tumbuh subur di empat bedeng.
" Ada empat bedeng kangkung. Ukurannya setengah meter lebar dan panjang dua meter. Tidak bisa saya hitung jumlah kangkung yang ada di bedeng tersebut," tulis Tommy.
" Saya pun dengan senang hati ikut memanen. Mencabuti kangkung yang ditanam. Beruntung tidak becek, dan saya sedang pakai sandal. Jadi tidak perlu khawatir akan kotor," tulis dia.
Tommy pun sempat ditawari untuk membawa pulang kangkung hasil panenannya. " Lah bawa pulang? Dimasak? Mungkin Bu Tum pikir saya bukan nge-kost," tulis dia.

Tommy lantas menolak tawaran itu. Dia menyarankan lebih baik kangkung hasil panen itu dijual dan hasilnnya untuk kas RPTRA.
Apa yang dikisahkan Tommy adalah sebagian kecil dari kondisi Jakarta yang berubah. Kebahagiaan demi kebahagiaan semakin terlihat di wajah-wajah masyarakat Jakarta, mengusir segala kemurungan yang pernah ada.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?