Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Stacey Eden (kiri) Membela Pasangan Muslim Di Kereta Bandara Sydney, Australia (Metro.co.uk)
Dream - Aksi seorang penumpang kereta cepat di Australia mendapatkan pujian setelah membela sepasang muslim yang mendapat kekerasan verbal dari penumpang di depannya.
Stacey Eden, 23 tahun mengatakan dirinya mendengar seorang wanita paruh baya yang mengumpat kepada sepasang muslim. Wanita usia baya ini menuding pasangan ini sebagai pendukung Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) hanya karena menggunakan hijab.
" Orang-orang yang bodoh dan tidak sopan kepada orang lain yang jelas duduk disana mengurusi urusannya sendiri," komentar Eden dalam posting video pendeknya di akun Facebooknya.
Eden mengatakan, wanita paruh baya itu mengeluarkan kata-kata yang mengerikan dan menyakitkan kepada sepasang keluarga muslim tersebut.
" Setelah saya mulai membela mereka, dia berhenti," posting Eden seperti dikutip laman metro.co.uk, Kamis, 16 April 2015.
Wanita paruh baya ini memang sempat menyebutkan kata-kata seputar kekerasan yang dilakukan ISIS. Namun Eden berbalik bertanya kepadanya apakah ada tindakan dari pasangan ini yang telah dilakukan terhadap wanita tersebut.
Tanpa banyak berkata, wanita paruh baya inipun mengatakan tidak.
Eden pun meminta wanita paruh baya ini untuk berhenti berbicara jika tidak ada sesuatu yang pantas diucapkannya.
Insiden ini dilaporkan terjadi ketika pasangan muslim ini naik kereta dari Bandara Internasional Sydney, Australia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya