Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Para Ayah, Tiru Sikap Ali bin Abi Thalib Ungkapkan Cinta Pada Buah Hati

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 30 Oktober 2019 18:03
Para Ayah, Tiru Sikap Ali bin Abi Thalib Ungkapkan Cinta Pada Buah Hati
Islam sangat menganjurkan agar kita sering mengekspresikan cinta kasih,

Dream - Tak semua orang bisa mengekspresikan perasaannya dengan mudah. Hal ini termasuk para orangtua terutama para ayah. Kepribadian yang tegas, kaku dan introvert kadang membuat mereka sangat sulit mengekspresikan cinta pada anak-anaknya.

Quraish Shihab dalam buku " Untaian Permata untuk Anakku: Pesan Untuk Mempelai" , menguraikan bahwa agama Islam sangat menganjurkan agar kita sering mengekspresikan cinta kasih, baik kepada pasangan, orangtua, anak, atau kakak dan adik.

Banyak para ayah yang beranggapan kalau dengan bertanggung jawab, memberi nafkah, sudah cukup mengungkapkan cinta. Padahal, kasih dan cinta harus diekspresikan. Dikutip dari Bincang Muslimah, hal ini berdasarkan sebuah riwayat. Ali bin Abi Thalib pernah berkata:

Riwayat Ali bin Abi Thalib

Artinya: Ciuman kepada anak adalah kasih sayang, ciuman kepada istri adalah kecintaan, ciuman kepada orangtua adalah ibadah, ciuman kepada saudara adalah tuntunan agama.

 

1 dari 6 halaman

Kecupan Nabi Muhammad SAW untuk Anak-anak

Kecupan Nabi Muhammad SAW untuk Anak-anak © Dream

Sanad riwayat kata mutiara Sayyidina Ali di atas tidak diketahui namun terdapat riwayat lain berasal dari hadis shahih yang semakna dengan ungkapan Sayyidina Ali mengenai anjuran mengekspresikan cinta kasih.

Seperti suatu ketika Nabi SAW mencium cucunya, Hasan putra Ali bin Abi Thalib. Melihat hal itu, al-Iqra bin Habis berkomentar, “ Saya mempunyai sepuluh orang anak, tidak satupun di antara mereka yang saya pernah cium.” Nabi lalu bersabda;

“ Barang siapa yang tidak memberi rahmat tidak dirahmati. (HR. Ahmad, Bukhari & Muslim)

Dalam kesempatan lain Rasulullah juga menyebutkan hal senada, bahwa seseorang yang tidak menyayangi yang ada di bumi maka yang ada di langit tidak akan menyayanginya.
Cobalah untuk lebih sering mengekspresikan cinta pada buah hati. Bisa melalui kecupan, pelukan, ungkapan dan banyak hal lainnya.

Selengkapnya baca di sini.

2 dari 6 halaman

Ciri-ciri Keluarga Bahagia Menurut Islam, Cari Tahu Yuk!

Ciri-ciri Keluarga Bahagia Menurut Islam, Cari Tahu Yuk! © Dream

Dream - Membangun rumah tangga bersama dengan pasangan tentunya dilandasi dengan niat baik. Yaitu menjalani ibadah, mencari keberkahan dari Allah SWT, mendapat keturunan hingga kebahagiaan serta ketenangan.

Kondisi keluarga dan rumah tangga tentunya bakal menemui pasang surut. Masalah bakal selalu ada, baik karena faktor internal maupun eksternal. Kekompakan dengan pasangan beserta anak-anak adalah kunci utama bisa melalui masalah tersebut.

Kebahagiaan sebuah keluarga bakal didapatkan jika seluruh anggota keluarga selalu mengharap ridho Allah SWT dan berjalan sesuai akidah serta syariat agama. Tujuannya adalah sakinah, mawaddah, warahmah.

Dikutip dari DalamIslam.com, berikut beberapa ciri keluarga dalam kebahagiaan menurut syariat Islam.

3 dari 6 halaman

Istri saleha

Istri saleha © Dream

Perempuan yang saleha adalah idaman setiap lelaki muslim. Rasulullah SAW pernah bersabda, “ Dunia adalah harta dan sebaik-baiknya harta adalah wanita yang saleha”. Dari hadist tersebut, telah jelas bahwa kedudukan perempuan salehan lebih mulia dibandingkan harta di dunia.

Seorang istri saleha mampu menciptakan surga dalam kehidupan keluarganya. Ia patuh kepada suaminya, penyabar, taat kepada perintah Allah SWT, mendidik anak-anaknya dengan ajaran agama, senantiasa menjaga melindungi diri dari perbuatan maksiat, dan tidak mengumbar aib suaminya. Untuk para suami, bila hendak mencari istri, carilah yang baik akhlaknya sebelum melihat rupa, harta, dan kedudukan.

4 dari 6 halaman

Anak-anak berakhlakul karimah

Anak-anak berakhlakul karimah © Dream

Anak adalah salah satu elemen penting dari keluarga. Diriwayatkan oleh Dailami, dari Ibn Asaskir, Rasulullah SAW bersabda: “ Ada empat kunci kebahagiaan bagi seseorang muslim, yaitu mempunyai isteri yang saleha, anak-anak yang baik, lingkungan yang baik dan pekerjaan yang tetap di negerinya sendiri.”

Kriteria kebahagiaan keluarga juga diukur dari sifat sang anak. Sikap anak yang tak berakhlak tentunya akan membuat ketenangan keluarga terusik. Sebaliknya, seorang anak yang dididik akhlaknya akan menjadi penenang hati orangtuanya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda: “ Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

5 dari 6 halaman

Rezeki barokah

Rezeki barokah © Dream

Ciri ketiga keluarga bahagia menurut islam adalah keluarga yang barokah. Ingat, kebahagian bukan diukur dari harta yang melimpah ruah. Tetapi bagaimana kita memanfaatkan rezeki yang ada menjadi lebih berkah.

Antara suami dan istri haruslah saling bahu-membahu. Selalu bersyukur dengan apa yang didapatkan, berusaha untuk selalu bersedekah agar harta yang didapatkan selalu berkah. Selalu mencari rezeki dari sumber yang halal dan tak mendekati sumber yang haram.

6 dari 6 halaman

Membuat Tenang (Sakinah)

Membuat Tenang (Sakinah) © Dream

Sakinah memiliki arti ketenangan, kedamaian, ketentraman, dan keamanan. Untuk mencapai keluarga sakinah yaitu keluarga yang penuh kedamaian, pasangan suami istri harus bisa menjalani hidupnya sesuai dengan prinsip keimanan, saling menyayangi satu sama lain, menerima kekurangan masing-masing, dan saling melengkapi.

Saling Mencintai (Mawaddah)

Secara bahasa, mawaddah didefinisikan sebagai rasa cinta. Keluarga yang mawaddah berarti keluarga yang kehidupannya diliputi dengan cinta dan penuh harapan. Apabila suami-istri bisa saling mencintai, maka insyaAllah rumah tangganya akan terasa lebih indah, harmonis, dan langgeng.

Selengkapnya baca di sini

Beri Komentar