Gantikan Brunei, Indonesia Tuan Rumah World Zakat Forum Internasional 2019

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 30 Oktober 2019 16:01
Gantikan Brunei, Indonesia Tuan Rumah World Zakat Forum Internasional 2019
Zakat menghadapi tantangan penting berupa teknologi.

Dream - Indonesia menjadi tuan rumah World Zakat Forum International Conference 2019 ke-8. Acara konferensi tingkat dunia ini akan digelar pada 5-7 November 2019 di Bandung, Jawa Barat.

Sekjen World Zakat Forum, Bambang Sudibyo mengatakan, konferensi internasional ini mengambil tema " Optimizing Global Zakat Role Through Digital Technology" .

" Konferensi yang ketujuh itu dilaksanakan di Melaka, Malaysia pada 2018," ujar Bambang di kantor Baznas, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.

Bambang yang juga Ketua Baznas mengatakan, Konferensi ke-8 World Zakat Forum semula akan dilaksanakan di Brunei Darussalam. Tapi, negara yang dipimpin Sultan Hasan Bolkiah itu mengaku belum siap untuk menyelenggarakan acara tersebut.

" Insya Allah akan dibuka oleh Wakil Presiden, kemarin saya sudah menghadap beliau dan bersedia hadir," ucap dia.

 

1 dari 5 halaman

28 Negara Nyatakan Akan Hadir

Saat ini, lanjut Bambang, total anggota Wolrd Zakat Forum dari 33 negara. Namun, saat ini baru 28 negara yang sudah konfirmasi untuk hadir dalam konferensi itu.

" Lima negara yang belum konfirmasi itu dari Afrika, karena terkendala visa," kata dia.

Steering Committee World Zakat Forum, Jaja Jaelani berujar, Menteri Agama Fachrul Razi juga akan hadir menjadi keynote speaker dalam acara tersebut.

" Perwakilan menteri dari negara lain juga akan hadir," kata Jaja.

Jaja berharap, dengan konferensi ini, para lembaga amil zakat mampu menjawab tantangan di era digital dengan memanfaatkan teknologi. Sehingga, percepatan penghimpunan dan penyaluran dapat terlaksana dengan baik.

2 dari 5 halaman

Baznas: Dana Zakat Mampu Sejahterakan Masyarakat Miskin

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengklaim dana Rp250 miliar yang disalurkan mampu memperbaiki kehidupan 150 ribu masyarakat miskin penerima zakat.

" Dari 150 ribu itu diteliti empat ribu sampel. Dari empat ribu, kesejahteraan mereka baik, pendapatan baik dan dalam posisi baik," ujar Wakil Ketua Baznas, Zainulbahar Noor, di Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019.

Dia berharap, potensi zakat nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah mampu mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, saat ini dana zakat yang terhimpun baru Rp8,1 triliun.

Jumlah zakat yang terhimpun tersebut jumlahnya baru 2,3 persen dari total penduduk Indonesia. Kondisi tersebut tentunya masih jauh dari tujuan Baznas yakni mengentaskan kemiskinan.

Untuk mendorong percepatan penghimpunan potensi zakat, Bahar berharap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan revisi undang-undang zakat.

Salah satu yang perlu direvisi, kata dia, mengenai kewenangan Baznas Pusat terhadap Baznas yang ada di provinsi dan kabupaten/kota.

" Kalau selama ini kan pusat itu fungsinya merekomendasikan, belum instruksi. Baznas Provinsi, Kabupaten/Kota mandatorinya dari Gubernur, Bupati/Walikota," kata dia.

3 dari 5 halaman

Baznas Dirikan Crisis Center Bantu Pengungsi Konflik Wamena

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendirikan Baznas Crisis Center untuk membantu masyarakat yang terdampak dengan adanya konflik kemanusiaan yang terjadi di Wamena, Papua.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas, Irfan Syauqi Beik mengatakan, ratusan masyarakat pendatang yang berada di Papua terdampak konflik tersebut.

" Oleh karena itu, Baznas mengaktifkan Crisis Center Baznas untuk Papua sebagai upaya mendorong sebuah program yang terbaik yang bisa kita berikan dalam membantu memulihkan krisis Papua," ujar Irfan di kantornya, Senin, 30 September 2019.

Pelaksana Harian Crisis Center Baznas untuk Papua, Ahmad Fikri mengatakan, ada dua tugas utama pendidikan Crisis Center ini, yaitu akselerasi bantuan dan koordinasi berbagai pihak untuk melakukan bantuan terhadap pengungsi.

" Itu dua hal utama yang dilakukan Crisis Center Baznas," kata Fikri.

4 dari 5 halaman

Belum Kelola Korban Luka

Dia mengatakan, Crisis Center Baznas saat ini baru menerima pengungsi yang mengalami penyakit pusing, mual, lemas dan melakukan psikoterapi.

" Untuk yang luka, kebetulan (belum) masuk ke wilayah itu. Yang luka biasanya diterbangkan ke wilayah lain," ucap dia.

Dia menjelaskan, per hari ini, ada ratusan orang yang diterbangkan dari Wamena menggunakan pesawat Hercules untuk mengungsi. Hari ini, hanya ada dua jadwal penerbangan menggunakan pesawat Hercules.

" Hercules yang keluar dari Wamena mengangkut pengungsi, dan yang masuk hanya mengangkut logistik," ujar dia.

5 dari 5 halaman

Jokowi Sampaikan Belasungkawa Pada Korban Kerusuhan Papua

 Jokowi Ucapkan Duka Meninggalnya 2 Mahasiswa UHO© MEN

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya 33 orang akibat kerusuhan di Wamena, Papua. Jokowi mengatakan aparat keamanan bekerja keras menjaga seluruh warga di sana.

" Pertama saya ingin mengucapkan duka yang mendalam dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya korban yang ada di Wamena 33 orang telah meninggal di sana," kata Jokowi dilaporkan , Senin, 30 September 2019.

Jokowi menyoroti kerusuhan terjadi akibat adanya kelompok bersenjata yang melakukan kekerasan. Para pelaku membakar rumah-rumah warga.

" Kepala suku Lembah Baliem di Wamena sudah mengajak dan mengimbau untuk seluruh warga agar tidak mengungsi keluar Wamena, ini saya kira sebuah imbauan yang baik. Polisi juga telah menangkap beberapa tersangka yang melakukan pembunuhan dan pembakaran yang ada di Wamena," ucap dia.

Beri Komentar